Pokjanal Punya Peranan Penting

WhatsApp-Image-2018-09-27-at-17.09.04-1.jpeg

Dinkesprovgorontalo- Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) memiliki peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan di tingkat kelompok kerja. Tugasnya yaitu merencanakan dan dokumentasi kegiatan di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. “Pokjanal atau yang dikenal dengan forum peduli kesehatan ini kemudian membentuk UKBM atau Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat dan menjalankan UKBM serta melakukan Evaluasi proses jalannya UKBM agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menjadikan masyarakat mandiri dibidang kesehatan,” ucap sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole ketika membuka kegiatan Pertemuan Koordinasi Pokjanal Posyandu Tingkat Provinsi di Grand Q Hotel, Selasa (25/9).
guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Lanjut dikatakan Misranda bahwa keberadaan Posyandu sudah menjadi hal yang penting di tengah masyarakat. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2018, Posyandu berjumlah 1296, Posyandu yang aktif berjumlah 442 tersebar di daerah provinsi Gorontalo yang berarti ditemukan sekitar 1–2 Posyandu di setiap desa. “Ini sudah cukup baik apabila posyandu ini bisa menjalankan operasional secara rutin setiap bulan. Namun kita dituntut untuk terus mengembangkan dan menambah jumlah posyandu yang ada atau UKBM yang lain. Karena saat ini penyakit–penyakit berbasis lingkungan dan prilaku tetap berkembang,” kata Misranda.
Permasalahan kesehatan di Provinsi Gorontalo dalam beberapa tahun ini diantaranya masih tingginya AKB, AKABA, AKI, Penyakit menular, dan PTM. “Ini alasan Dinas Kesehatan melaksanakan Pertemuan Koordinasi Pokjanal Posyandu Tingkat Provinsi 2018. Harapannya dalam pertemuan ini dapat mengaktifkan kembali Pokjanal tingkat provinsi Gorontalo dan merancang kembali program kegiatan pokjanal UKBM yang akan dilaksanakan dan menyusun rencana kegiatan yang lebih efektif terutama dalam menjalankan UKBM. Sehingga masyarakat dapat memahami dan mau mempraktekkan Prilaku hidup sehat demi tercapainya derajat kesehatan yang optimal,” tandasnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − sixteen =

scroll to top