Petugas Yang Handal Sukseskan Three Zero Di Provinsi Gorontalo

IMG-20190213-WA0007.jpg

Kepala Bidang P2P Reyke Uloli, SKM. M. Kes saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Orientasi Petugas Kesehatan Dalam Tata Laksana Penanganan HIV AIDS dan PMS, Senin (11/02/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Sebagai salah satu upaya untuk menghentikan pandemi AIDS di Indonesia termasuk di Provinsi Gorontalo pada tahun 2030 dengan slogan Three Zero yaitu Zero New Infection (meniadakan infeksi HIV baru), Zero Related Death (meniadakan kematian akibat AIDS) dan Zero Stigma dan Discrimination (meniadakan stigma dan diskriminasi pada ODHA).

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dengan didanai dana dekonsentrasi melaksanakan Orientasi Petugas Pengelola HIV AIDS yang mengundang petugas dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, mulai dari petugas laboratorium, perawat, dokter, pengelola program, farmasi dan logistik, Senin (11/02/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo Utara adalah Kabupaten yang kelima yang petugasnya dilatih tata laksana kasus dan pengelolaan program HIV pada pertemuan orientasi ini.

Dijelaskan oleh kasie P2PM dr Irma Cahyani Ranti, 4 kabupaten lainnya telah dilaksanakan tahun sebelumnya dan rencananya pada bulan April 2019 akan dilaksanakan kegiatan yang sama di Kabupaten Bone Bolango.

Pose bersama peserta Orientasi

“Dengan demikian berarti tahun 2019 semua Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo telah dilakukan orientasi petugas, yang diharapkan semuanya sudah terampil melaksanakan tugas masing masing, sehingga memudahkan implementasi program dilapangan termasuk koordinasi dalam hal tata laksana kasus serta pendataan” kata Irma.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang P2P, Reyke Uloli, SKM. M. Kes saat memberikan arahan mengatakan, bahwa pada kegiatan tersebut peserta di latih hal-hal yang berhubungan dengan teknis pengelolaan program HIV AIDS termasuk upaya-upaya pengurangan stigma dan diskriminasi.

“Stigma dan diskriminasi masih merupakan masalah penting yang dihadapi petugas dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pengobatan penderita” ungkap Reyke.

Kedepan diharapkan tujuan pengendalian HIV AIDS melalui Three Zero dapat lebih mudah dilaksanakan oleh petugas karena telah dibekali ketrampilan selama pertemuan.

“Provinsi Gorontalo harusnya tidak ada lagi infeksi baru, tidak ada lagi kematian terkait dan tidak ada diskriminasi” pungkasnya.

Rilis : Kristin Alaina
Editor : MD & Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × three =

scroll to top