Peringati Hari Gizi Nasional, DPD Persagi Lantik Pengurus DPC Pohuwato dan Deklarasi Minum TTD

IMG-20200201-WA0025.jpg

Pelantikan Pengurus DPC Persagi Kabupaten Pohuwato, Sabtu (01/02/2020) di Marina Beach Resort Pohuwato.

Kabupaten Pohuwato, Dinkesprov – Pada Peringatan Hari Gizi Nasional Tahun 2020, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Gorontalo melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Pohuwato, Sabtu (01/02/2020) bertempat Marina Beach Resort Pohuwato.

Terpilih untuk periode kedua ketua DPC Persagi Kabupaten Pohuwato yaitu Husna N. Djaina SST. Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD Abdul Azis Pakaya dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPD dan DPC.

Bupati Pohuwato diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dra. Rusmiyati Pakaya M. Pd., saat memberikan sambutan mengatakan bahwa Stunting saat ini masih menjadi masalah di Kabupaten Pohuwato bahkan secara nasional, untuk itu pemerintah daerah berharap organisasi profesi Persagi dapat mengambil peran strategis.

Deklarasi Minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-60 Tahun 2020

“Ahli gizi harus solid dan kuat agar ketahanan pangan dan gizi keluarga semakin bagus, 1000 HPK jika dijaga dengan bagus maka insya allah Stunting teratasi” ucap Rusmiyati.

Untuk itu, kata Rusmiyati penguatan pada generasi milenial salah satu contoh sasaran remaja putri harus dikawal sedini mungkin agar terwujud generasi cerdas iman dan intelektualnya.

Sementara itu, Ketua DPD Persagi Abdul Azis Pakaya mengatakan pada peringatan Hari Gizi Nasional Tahun ini, selain melakukan Pelantikan Pengurus DPC juga dilakukan Deklarasi Minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Hal ini merupakan salah satu program 100 hari kerja DPD Persagi Provinsi Gorontalo.

“Tujuan deklarasi ini untuk memberikan penguatan kepatuhan remaja putri untuk minum obat tablet tambah darah” jelas Aziz.

Aziz juga berharap, pada momentum peringatan Hari Gizi Nasional ini untuk Fokus melakukan pendekatan kepada remaja milenial sehingga mereka menyadari akan pentingnya gizi sejak usia remaja.

“Dengan intervensi gizi pada remaja dengan harapan kedepan Stunting dapat dicegah” pungkasnya.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × two =

scroll to top