Percepat Penurunan Stunting Di Provinsi Gorontalo, Penjagub Berharap Perkuat Kemitraan

IMG-20220807-WA0008.jpg

Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer memberikan sambutan pada Raakor Percepatan Penurunan Stunting

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Hasil Survei Status Gizi Anak Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan, bahwa prevalensi stunting di Indonesia tahun 2019 berhasil ditekan menjadi 27,67 persen dari 37,8 persen pada tahun 2013. Namun, angka ini masih lebih tinggi dari tolerasi maksimal stunting yang ditetapkan oleh WHO. Untuk melakukan percepatan penurunan prevalensi stunting, Presiden Repubik Indonesia telah mencanangkan target optimis menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Angka stunting Provinsi Gorontalo, sesuai hasil SSGBI 2019 yaitu 34,89 berada pada urutan ke-4 secara nasional. Hasil studi status gizi Indonesia 2021, Angka prevalensi stunting Provinsi Gorontalo sebesar 29%, mengalami penurunan sebesar 5,9% dibandingkan dengan tahun 2019, meskipun masih berada di atas angka prevalensi nasional (24,4).
Kabupaten Pohuwato menjadi daerah dengan angka prevalensi stunting tertinggi dengan angka mencapai 34,6%, sedangkan Kabupaten Bone Bolango menjadi daerah dengan angka prevalensi terendah dengan angka mencapai 25,1%.

Hal itu terungkap dalam Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Gorontalo, Kamis (04/08/2022) bertempat di Rujab Gubernur Gorontalo.

Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer dalam sambutannya mengatakan, adanya perlambatan dalam penurunan angka stunting Indonesia, di tahun 2021 terbit Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menetapkan target antara yang harus dicapai sebesar 14 persen pada tahun 2024. Perpres tersebut juga mengamanatkan BKKBN sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting.

“Salah satu pembaruan strategi percepatan penurunan stunting yang dilakukan adalah dengan pendampingan keluarga beresiko stunting (pencegahan dari hulu), yang merupakan salah satu rencana aksi nasional,” kata Hamka.

Penjabat Gubernur Gorontalo menaruh harapan yang sangat besar kepada semua yang hadir khususnya para pemangku kebijakan dan pelaksana program di provinsi maupun Kabupaten/Kota dengan semangat dan potensi yang dimiliki masing-masing, kita akan dapat mewujudkan tujuan mulia untuk mensejahterakan keluarga-keluarga di Gorontalo.

“Tinggalkan cara-cara rutin yang sangat birokratis, perkuat semangat kemitraan, tempuh inovasi yang memiliki dampak majemuk dan manfaatkan pengetahuan serta kemajuan pembangunan teknologi informasi. Berikan kontribusi yang nyata dan seutuhnya kepada masyarakat dengan mengedepankan kepentingan mereka di atas kepentingan pribadi, organisasi dan golongan,” imbuhnya.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + 7 =

scroll to top