Pentingnya Perencanaan Ketersediaan Obat dan Perbekalan Saat Menghadapi Krisis Kesehatan

WhatsApp-Image-2021-02-25-at-07.10.01.jpeg

Pembukaan Monev Renbut Obat dan Vaksin dan perbekalan kesehatan lainnya untuk mendukung upaya penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana dan KLB oleh Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman, SH.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Ketersediaan obat yang cukup dan terjamin mutu, khasiat serta keamanannya sangat menentukan mutu pelayanan Kesehatan di fasilitas pelayanan Kesehatan serta keberhasilan pelaksanaan program Kesehatan.

Untuk menjamin tersedianya obat sangat diperlukan perencanaan yang tepat karena obat merupakan komoditi yang unik dimana bila kurang akan menimbulkan masalah dan juga bila berlebih akan menimbulkan masalah juga, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., saat membuka Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Obat dan Vaksin dan Perbekalan Kesehatan dalam rangka mendukung upaya penanggulangan krisis kesehatan, bencana dan kejadian luar biasa (KLB) bertempat di Aula Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo, Rabu (24/02/2021).

“Dalam menghadapi krisis Kesehatan yakni pandemic Covid-19 yang terjadi saat ini, sangatlah dibutuhkan ketersediaan obat, dan perbekalan kesehatan termasuk juga vaksin Covid-19 beserta logistiknya, hal ini tentunya memerlukan perencanaan yang tepat dan matang dengan mempertimbangkan berbagai faktor”, ungkap Yana.

Terlebih lagi untuk vaksin Covid-19 adalah bagaimana memastikan agar rantai dingin vaksinnya tetap terjaga sehingga vaksin yang diberikan kepada masyarakat terjamin stabilitas, mutu, khasiat dan keamanannya dan hal ini tentunya sangat memerlukan kerjasama dan harmonisasi antara pengelola program dan petugas farmasi.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Seksi Tata Kelola Obat dan Pelayanan Kefarmasian, Farid I. Adam, M.Kes., Apt menambahkan bahwa dari pertemuan ini diharapkan sinkronisasi dan harmonisasi proses perencanaan kebutuhan obat di Kabupaten/Kota serta dapat menganalisa kebutuhan obat secara akurat, efektif dan efisien.

“Ini untuk menjamin ketersediaannya hingga terdistribusi merata di fasilitas pelayanan Kesehatan”, ucap Farid.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 24 – 25 Februari 2021 dan menghadirkan narasumber pusat dari Direktorat Tata Kelola Obat yang menyampaikan materi secara virtual dan juga narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Peserta yang hadir berasal dari Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota, Pengelola Program P2, Pengelola Program Jiwa, Pengelola Program Imunisasi Kabupaten/Kota dan RSUD Kabupaten/Kota.

Rilis : Indah/ILB/AIS
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven + 14 =

scroll to top