Pendekatan Keluarga Penting dalam Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Kusta dan Frambusia

IMG-20231121-WA0022.jpg

Pelatihan P2P Kusta dan Frambusia bagi pengelola Program.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Kusta dan Frambusia bagi Pengelola Program di Puskesmas, Senin (20/11/2023) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas program pencegahan dan pengendalian Kusta dan Frambusia dengan peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan bagi pengelola program Kusta dan Frambusia di setiap tingkatan terutama pada tingkat Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Provinsi serta Rumah Sakit. Selain itu tata laksana program dan tata laksana pasien kusta oleh petugas harus terus ditingkatkan. Hal ini sebagaimana Permenkes RI Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Kusta dan Permenkes RI Nomor 8 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Frambusia.

Kendati demikian masih ditemukan kendala dan permasalahan dalam hal tata laksana progam terutama di Puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang Otoluwa memberikan sambutan dan arahannya sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi. Kadinkes Anang dalam sambutannya turut mengapresiasi kinerja petugas Kusta dan Frambusia yang telah berpartisipasi dalam pencapaian eliminasi Kusta dan Frambusia secara Nasional di Tahun 2000.

Meski demikian, Kadinkes mengatakan masih ditemukan beberapa kasus baru dan hal tersebut harusnya tidak terjadi lagi mengingat eliminasi yang terlah dicapai. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa keterlambatan penemuan kasus dan penularan penyakit kusta masih terus terjadi di masyarakat.

Di sisi lain, ungkap Anang, tingginya mutasi petugas di tiap level layanan kesehatan dan penurunan kapasitas pelatihan bagi pengelola program mempengaruhi rendahnya kemampuan dan keterampilan petugas dalam melaksanakan program pencegahan dan pengendalian penyakit Kusta dan Frambusia.

“Permasalahan ini meningkatkan isu peningkatan kapasitas bagi pengelola program kusta baik Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Provinsi termasuk
Rumah Sakit. Peningkatan kapasitas bagi mereka diharapkan dapat menurunkan angka keterlambatan penemuan kasus baru serta menunjang keberlangsungan pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian Kusta dan Frambusia,” ujar Anang.

Dikatakannya, pendekatan keluarga penting diterapkan dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit kusta, perhatian dan peran keluarga terdekat sangat bermanfaat dalam menemukan dan mengenali tanda dini dan gejala awal penyakit kusta.

“Menerapkan upaya deteksi dini penyakit kusta berupa active case finding melalui pendekatan keluarga yang dilanjutkan dengan pengobatan sejak awal dapat mengurangi resiko kecacatan dan menghilangkan stigma di masyarakat,” terang Kadinkes.

Lebih lanjut Anang mengatakan bahwa penemuan dan deteksi dini penyakit kusta melalui pendekatan keluarga oleh karena keluarga yang mengetahui latar belakang anggota keluarganya.

“Hingga saat ini masih banyak masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Gorontalo pada khususnya belum mengetahui apa itu penyakit kusta, sehingga stigma di masyarakat terhadap penyakit kusta masih ditemukan, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini menjadikan kusta masuk dalam kelompok penyakit tropis terabaikan (neglected tropical disease),” imbuhnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwuk Banggai ini juga menyentil terkait 6 Pilar Transformasi Kesehatan dimana pilar Transformasi SDM dibutuhkan guna menunjang keberhasilan pilar yang lain.

“Sebagai upaya mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan Pelatihan pencegahan dan
pengendalian penyakit kusta dan frambusia bagi pengelola program kusta dan frambusia tingkat Puskesmas, yang merupakan lini terdepan pelaksanaan program P2 Kusta frambusia,” pungkas Anang.

Rilis : Arman
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 6 =

scroll to top
Bahasa »