Pencanangan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella Tingkat Provinsi Gorontalo

Untitled-1.jpg

Dinkesprovgorontalo- Gubernur Gorontalo Drs. H. Rusli Habibie, MAP secara resmi mencanangkan kampanye imunisasi campak rubela atau Measles Rubella (MR) tingkat Provinsi Gorontalo, Rabu (1/8/2018) bertempat di gedung Grand Palace Convention Centre (GPCC) Kota Gorontalo. Pencanangan ditandai dengan pemukulan alat usik tradisional Gorontalo yaitu polopalo oleh Gubernur Gorontalo didampingi Wakil Gubernur Gorontalo Dr. Drs. H. Idris Rahim, MM, Sekertaris Balitbangkes Kemenkes RI Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Hj. Idah Syahidah dan dr. Nurinda Rahim.

Gubernur Gorontalo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya pada pelaksanaan kampanye Imunisasi campak rubela ini. “Kita harus maksimalkan, sehingga saya perintahkan untuk semua SKPD masing-masing untuk membuat kegiatan ditiap Kabupaten/Kota”, pungkas Rusli Habibie.

Dikatakannya, bahwa ini bukan saja menjadi tugas kepala dinas kesehatan tetapi juga seluruh SKPD. “Saya perintahkan untuk seluruh eselon II, Kepala Badan, Kepala Dinas dan Kepala Biro, itu langsung eksen mulai hari ini membuat rencana dimasing-masing daerah wilayah Kabupaten/Kota yang akan dipimpin langsung oleh Pak Wakil Gubernur Iduris Rahim”, pungkasnya.

Gubernur juga memberikan gambaran tentang contoh bagaimana pelasanaan dukungan SKPD untuk mengambil bagian pada kampanye Imunisasi MR. “Jadi contohnya 5 SKPD di Kota kecamatan mana saja harus melaksanakan acara ini”, imbuhnya. Gubernur juga mengajak seluruh BUMN, BUMD, TNI, Polri untuk ikut menyukseskan acara ini.

“Tadi saya sempat berbincang dengan Pak Dandim, beliau siap mengerahkan anggotanya untuk menyukseskan acara ini, demikian juga dengan Pak Kajati sampai Kajari akan dikerahkan semua tenaga dan aparat untuk menyukseskan acara ini”, terang Rusli Habibie.

Lebih lanjut, Gubernur Rusli Habibie meminta agar pelaksanaan imunisasi ini dipetakan berdasarkan waktu dan target yang akan diimunisasi. “Saya minta dipetakan, dari jumlah 300.000 kalau mulai dicanangkan dari 1 Agustus hingga akhir September itu berapa lama dan berapa target yang akan diimunisasi”, papar Rusli Habibie.

Target 300 sekian menurut Gubernur harus habis dalam waktu dua bulan ini. “Kita libatkan Kabupaten/Kota, kita tidak bekerja sendiri-sendiri, kita harus keroyok, dan semua komponen yang ada kita kerahkan termasuk PKK Provinsi hingga ke tingkat lurah, kita kerahkan semua, demikian juga Guru-guru disekolah kita kerahkan”, pungkasnya.

Sehingganya, Gubernur berharap kegiatan ini harus dimaksimalkan. “Saya akan pantau terus untuk pelaksanaan imunisasi Campak Rubela ini” imbuhnya.

Namun, Gubernur mengingatkan, jangan sampai pelaksanaan imunisasi ini akan ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan momen ini untuk memasukkan vaksin palsu. “Ini juga harus kita hati-hati, apalagi dengan mengatasnamakan organisasi tertentu dan memasukkan vaksin palsu apa lagi vaksin yang diberikan ini gratis”, paparnya.

Sementara itu, Sekertaris Badan Litbangkes Kemenkes RI Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes pada saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI dalam acara pencanganan Kampanye tersebut mengatakan apresiasi dan terima kasih kepada pak
Gubernur dan pak Wagub serta seluruh jajaran atas terselenggaranya acara ini.

Terkait dengan Kampanye campak dan rubella, Dr. Nana mengatakan bahwa ini masuk pada tahap 2, tahap 1 telah dilaksanakan di pulau jawa pada Agustus dan September 2017, sedangkan untuk luar pulau jawa direncanakan pada Agustus-September 2018. “Saat ini, untuk Fase yang ke dua, akan dilakukan pencanang yang sama di 28 Provinsi”, ungkap Nana Mulayana.

Dikatakannya, salah satu modal pembangunan adalah tersedianya SDM yang berkualitas, salah satu prasyarat Sumber Daya yang berkualitas adalah jiwa atau masyarakat yang sehat. Disampaikannya bahwa definisi sehat adalah sehat fisik, mental, sosial dan produktif.

Terkait denga hal tersebut, Dr. Nana Mengatakan bahwa untuk menyiapkan generasi yang sehat dan produktif dan memiliki daya saying, salah satu prasyarat adalah bagaimana meyiapkan generasi yang sehat. Dalam konteks ini pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional dimana pelayanan dan penguatan kesehatan itu mulai dari siklus hidup, sejak dalam kandungan, bayi, balita, hingga remaja, dewasa dan lansia.

Dalam hal untuk menyiapkan generasi muda, yang paling mudah adalah bagaimana generasi muda itu kebal terhadap penyakit. “Salah satu ikhtiar saat lahir itu adalah bagaimana melindungi anak-anak kita dengan memberikan imunisasi”, imbuhnya.

Kita, alhamdulillah, menurut Dr. Nana, dengan gencarnya pembangunan kesehatan dengan dukungan pemerintah daerah, pada saat ini kita sudah bebas atau terlindungi dari penyakit-penyakit seperti TBC, tetanus polio dan hepatitis. Kita mengharapkan dengan adanya kampanye ini, kita bercita-cita tahun 2020 Indonesia bebas dari campak dan rubella.

“Kenapa campak dan rubella menjadi perhatian yang serius, kita ketahui terutama rubella, jika ibu hamil terkena rubella, itu akan melahirkan anak yang cacat fisik maupun mental”, pungkasnya.

Olehnya, melalui kampanye ini diharapkan, masyarakat terinformasikan dan terlayani khususnya mereka yang memiliki anak usia 9 bulan hingga dibawah 15 tahun. “Pada kesempatan ini, kami memohon bantuan baik bapak ibu jajaran SKPD, Forum Komunikasi Daerah, PKK dan Darmawanita, Guru-guru dan Kepala Sekolah mari kita gerakkan anak-anak kita yang usianya 9 bulan hingga dibawah 15 tahun untuk diimunisasi MR dalam 2 bulan ini”, imbau Nana Mulyana.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes membacakan laporan kegiatan pencanangan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubela tingkat Provinsi Gorontalo.

Triyanto mengatakan bahwa tujuan pelaksanan kampanye imunisasi MR ini adalah tercapainya eliminasi campak dan rubella pada ibu hamil pada tahun 2020. Selain itu, menurut Triyanto, hal ini untuk memastikan tingkat imunisasi terhadap penyakit campak dan rubella pada populasi tinggi dengan campaian diatas 95%. Juga, menurut Triyanto, kegiatan ini untuk memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 9 bulan hingga dibawah 15 tahun di Provinsi Gorontalo dengan
sasarannya sebanyak 315.019 jiwa.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya-upaya untuk terus meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas pada anak melalui imunisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menuju Gorontalo bebas bebas penyakit campak dan rubella”, ungkap Kadinkes.

Pewarta : Arman Saidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − nine =

scroll to top