Penanganan Krisis Kesehatan Harus Berubah Menjadi Upaya Pencegahan

WhatsApp-Image-2023-06-12-at-16.36.04.jpg

Kadinkes Anang Otoluwa membuka Rapat Evaluasi Dan Pemetaan Sistem Peringatan Dini Penanggulangan Krisis Kesehatan.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes RI menyatakan bahwa hampir setiap hari terjadi krisis kesehatan akibat bencana yang tersebar hampir di seluruh provinsi. Jenis bencananya pun sangat beragam. Tidak hanya bencana alam dan bencana akibat ulah-manusia, namun juga bencana sosial seperti konflik sosial.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa mengungkapkan dampak yang ditimbulkan tentunya sangat merugikan baik bagi masyarakat maupun lingkungannya. Kerusakan prasarana fisik maupun permukiman dan terganggunya roda perekonomian menjadi tak terelakkan.

“Sektor kesehatan juga tak luput dari dampak tersebut, yang ditandai dengan jatuhnya korban jiwa baik yang cedera maupun meninggal dunia, rusaknya fasilitas kesehatan, lumpuhnya pelayanan kesehatan, serta meningkatnya angka kematian dan kesakitan penduduk,” ungkap Anang saat memberikan sambutan pada Rapat Evaluasi Dan Pemetaan Sistem Peringatan Dini Penanggulangan Krisis Kesehatan, Senin (12/06/2023) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Berbagai bencana besar yang terjadi di Indonesia harus merubah paradigma kebijakan dalam penanggulangan bencana dari respon menjadi pencegahan. Mengurangi risiko bencana merupakan investasi dengan biaya yang efektif dalam mencegah kehilangan dimasa depan.

“Untuk itu, manajemen tanggap darurat dan pemulihan krisis yang efektif memberikan sumbangan untuk pembangunan berkelanjutan,” ucap Anang.

Manajemen tanggap darurat dan pemulihan krisis kesehatan, lanjutnya meliputi kegiatan-kegiatan penilaian, perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. salah satu bagian terpenting dari upaya manajemen tersebut adalah penguatan tim klaster pada tahapan pra bencana.

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo telah melaksanakan berbagai upaya diantaranya pelayanan kesehatan pada penduduk berpotensi krisis kesehatan, workshop/ sosialisasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi keadaan gawat darurat, pendampingan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terkait penyusunan rencana kontijensi dan peta respon, serta pembentukan Tim Klaster Kesehatan Provinsi Gorontalo dan pelatihan Tim Disaster Medical Team (DMT).

Melalui kegiatan hari ini, Anang berharap koordinasi terkait penanggulangan krisis kesehatan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien serta dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya mitigasi.

“Kegiatan pertemuan ini juga dipandang perlu untuk dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas upaya tanggap darurat dan pemulihan pada saat terjadi krisis kesehatan akibat bencana,” pungkasnya.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 10 =

scroll to top
Bahasa »