Pemprov Gorontalo Launching GSD Setia Guna Menyelesaikan Masalah Kemiskinan

IMG-20220610-WA0004.jpg

Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer saat memberikan sambutan pada Rakorda Penanggulangan kemiskinan yang dirangkaikan dengan launching aplikasi GSD Setia.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) penanggulangan kemiskinan yang dirangkaikan dengan Launching aplikasi Gorontalo Satu Data Melalui Aplikasi Digitalisasi Data Sektor Tingkat Desa (GSD Setia), Jum’at (10/06/2022) bertempat di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Hamka menilai pentingnya pendataan melalui sistem berbasis teknologi sehingga didapatkan validitas data yang baik dan terukur.

“Disisi lain kita perlu peran serta teman-teman Kabupaten dan Kota ini soal data-mendata, validitas data kemiskinan tidak boleh diserahkan kepada satu instansi atau diserahkan ke Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota saja tapi harus ada stakeholder lainnya misalnya peran serta masyarakat disatu sisi”, ungkap Hamka.

Oleh sebab itu, kata Hamka ukuran-ukuran kemiskinan itu banyak dan berharap jika Gorontalo masuk dalam peta kemiskinan maka Gorontalo harus bisa bergerak maju.

“Rapat koordinasi pendataan ini sangat penting, kita harus mendata sevalid mungkin dengan melibatkan berbagai stakeholder yang ada sehingga kalau sudah ada data itu dan terukur kemudian kita validasi dan setelah itu kita akan rancang strategi untuk penanganan kemiskinan yang benar dan terukur”, ucapnya.

Senada dengan Penjabat Gubernur, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapppeda) Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki menjelaskan juga bahwa pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota harus bersinergi dalam penanggulangan kemiskinan.

“Khususnya pertama dalam hal sinergi program kebijakan”, ucap Budi

Selain itu, Budi berharap komitmen bersama menggunakan satu data yaitu DTKS tetapi harus divalidasi dan disintegrasikan dengan GSD Setia.

“Maka GSD ini tujuannya mendorong bagaimana kita mengoptimalisasi data DTKS tetapi kita tarik data DTKS menjadi Gorontalo Satu Data yang kemudian kita upayakan divalidasi dan diupdating kembali sehingga kita tahu peringkat kesejahteraan, itu komitmen yang mau dibangun”, pungkasnya.

Provinsi Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang angka kemiskinannya masih cukup tinggi, data Badan Pusat Statistik september 2021 menunjukkan angka kemiskinan Provinsi Gorontalo berada pada angka 15,41% (184.6 ribu jiwa). Angka ini berada diatas persentase kemiskinan nasional yaitu 9,71% yang menempatkan Provinsi Gorontalo pada peringkat 6 (enam) tertinggi nasional setelah Papua, Papua Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Aceh.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Komitmen Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Rilis : MD
Videografer : Sari/Rasya
Foto : Dyka
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − nine =

scroll to top