Pemerintah Berkomitmen Penyandang Disabilitas Mendapatkan Hak Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas

IMG-20210825-WA0011.jpg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman, SH., memberikan arahan pada Orientasi Penanggulangan Gangguan Indera di FKTP secara Daring.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menggelar Orientasi Penanggulangan Gangguan Indera di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) secara daring. Kegiatan ini dibuka oleh Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., Rabu (24/08/2021).

Dalam arahannya, Kadinkes berharap Puskesmas harus ada strategi dalam penanggulangan gangguan indera dan diusahakan dapat menurunkan proporsi Provinsi Gorontalo dibawah rata-rata secara nasional.

“Seperti kita ketahui hasil Riskesdas 2018 proporsi disabilitas anak usia 5-17 tahun Gorontalo sebesar 5,4% atau berada diurutan ketiga secara nasional dan ini masih diatas rata-rata nasional yaitu 3,3% serta proporsi ujur 18-69 tahun yakni 27,9% juga masih diatas rata-rata nasional (2,2%)”, ucap dr. Yana.

Untuk menurunkan proporsi tersebut, Puskesmas harus lebih menekankan pada upaya promotif dan preventif. Berbagai upaya dalam meningkatkan kapasitas Nakes terus dilakukan sebagai bentuk komitmen dari pemerintah.

“Harapan kami semua sumber daya dapat digunakan untuk melakukan upaya penanggulangan dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif”, kata dr Yana.

Untuk menjamin terlaksananya program tersebut secara terarah dan berkesinambungan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusi bagi penyandang disabilitas maka disusunlah peta jalan pelayanan inklusi disabilitas tahun 2017-2030.

“Peta layanan ini masuk dalam salah satu indikator dalam rencana aksi nasional hak asasi manusia sesuai Perpres 33 tahun 2018 dan ini harus disosialisasikan sampai ke lapisan bawah”, ungkapnya.

Diakhir arahannya, Kadinkes memberikan apresiasi atas berbagai upaya yang dilakukan oleh Nakes yang ada di puskesmas terutama dalam meningkatkan hak-hak penyandang disabilitas termasuk hak mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Kami menghargai upaya keras Puskesmas terutama dimasa pandemi banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi, tetapi semua harus berkolaborasi lintas program dan lintas sektor dalam menyelesaikan masalah kesehatan terutama penanggulangan gangguan indera”, pungkasnya.

Rilis : MD/Yona/Monic
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 − 3 =

scroll to top