Pembelajaran MKDG Diperlukan Guna Peningkatan Kesehatan Gizi di Daerah

IMG-20211201-WA0027.jpg

Kepada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman, SH., sebagai pembicara pada seminar Gizi Nasional dengan tema "Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku Dengan Makanan Khas Daerah" yang dilaksanakan secara daring.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Pembelajaran Makanan Khas Daerah Gorontalo (MKDG) sangat diperlukan guna meningkatkan pengetahuan serta kesehatan gizi di daerah.

Pelaksanaan pembelajaran tersebut dilakukan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57 Jurusan Gizi oleh Poltekkes Gorontalo Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dengan tema Sehat Negeri Tumbuh Indonesiaku melalui zoom meeting, Selasa (30/11/2021).

Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, M. Anas Anasiru mengungkapkan penyelanggaraan seminar ini sangat penting dalam meningkatkan upaya pengetahuan gizi di Provinsi Gorontalo.

“Saya berikan apresiasi kepada para pihak penyelenggara kegiatan ini, semoga kwalitas SDM (Sumber Daya Manusia) di Gorontalo semakin meningkat,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan MKDG ini penting dipelajari guna peningkatan potensi daerah dan diharapkan peran aktif para partisipan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman sekaligus salah satu pemateri seminar mengatakan, pembelajaran ilmu gizi ini harus dibelajarkan sedini mungkin yakni dari Sekolah Dasar (SD).

“Dan guru adalah wadah yang tepat membelajarkan hak tersebut, ketika guru memberikan pengarahan siswa akan langsung menangkap hal tersebut,” katanya.

“Bukan hanya guru tapi semua elemen berperan penting dan bertanggung jawab untuk mempelajari hal tersebut,” imbuhnya.

Lanjutnya, makanan khas daerah juga mesti dilestarikan baik di lembaga formal maupun non formal. Kajian tersebut juga sudah pernah dibahas mulai tahun 2006 hingga 2015.

“Dari kajian tersebut lahirlah Peraturan Daerah (Perda) Gorontalo Nomor 3 tahun 2015 tentang Pembelajaran ilmu gizi Berbasis makanan Daerah Gorontalo,” tegasnya.

Yana menuturkan, setelah aturan ini dicanangkan berbagai kegiatan telah dilaksanakan dan telah ditetapkan diberbagai kegiatan disekolah baik SD-SMA dan sederajat.

“Intinya kegiatan ini harus terus dilakukan guna pengembangan perilaku masyarakat soal gizi dan memutus perilaku masalah gizi, dan pengembangan budaya makanan khas terus meningkat,” tandasnya.

Rilis : Putra (gps)
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − fifteen =

scroll to top