Pandu PTM Diharapkan Lahirkan Tenaga Kesehatan Yang Mampu Melakukan Upaya Pencegahan

IMG-20230808-WA0000.jpg

Pelatihan Pandu PTM di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Pelayanan Terpadu PTM di FKTP, diperlukan dukungan sumber daya kesehatan sebagai pelaksana yang bekerja secara profesional. Oleh karena itu diperlukan pelatihan terhadap tenaga kesehatan, tidak hanya di tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota tetapi sampai tingkat FKTP (Puskesmas).

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM) di fasilitas pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berlangsung secara blended learning dari tanggal 03 – 11 Agustus 2023 bertempat di hotel Grand Q kota Gorontalo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa mengatakan, pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada triple burden, yaitu suatu keadaan dimana penyakit menular (communicable diseases) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat.

“Dilain pihak angka kesakitan dan kematian yang disebabkan PTM (non-communicable diseases) cenderung meningkat dan sekaligus menghadapi tantangan penyakit-penyakit yang muncul kembali (reemerging infectious diseases) atau munculnya penyakit – penyakit baru (new-emerging infectious diseases),” ungkap Anang, Senin (07/08/2023).

Anang menegaskan output dari pelatihan ini adalah petugas kesehatan yang mampu melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular, karena Provinsi Gorontalo menurut hasil Riskesdas 2018 masuk 10 besar secara nasional penyakit tidak menular.

“Harapan kami melalui pelatihan ini, lahirlah duta-duta Penyakit Tidak Menular diwilayahnya masing-masing yang akan berkontribusi dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular yang otomatis dapat meningkatkan jumlah cakupan Kabupaten/Kota yang melakukan pengendalian faktor risiko PTM,” tutur Anang.

Peserta pelatihan ini berjumlah 30 orang yang berasal dari 30 puskesmas, yang paling jauh dari puskesmas Pinogu dan Popayato Barat juga ikut hadir dalam pelatihan ini dan melibatkan fasilitator pandu PTM di wilayah provinsi Gorontalo.

Rilis : Indah
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − fifteen =

scroll to top
Bahasa »