Misranda : TPKJM Wadah Koordinasi LS Dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa

IMG-20200210-WA0026.jpg

Rapat Koordinasi Program Kesehatan Jiwa dan pembentukan Tim Pengarah Kesehatan Jiwa (TP KJM) Provinsi Gorontalo yang dibuka Plt Kadinkes Provinsi Gorontalo Misranda E. U. Nalole, M.Si., Senin (10/02/2020) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi Program Kesehatan Jiwa dan Pembentukan Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Tingkat Provinsi Gorontalo, yang dilaksankan pada Senin (10/02/2020), di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda E. U. Nalole, M.Si., dalam sambutannya mengatakan, masalah kesehatan jiwa tidak menyebabkan kematian langsung, namun akan menyebabkan penderitaan berkepanjangan baik bagi individu, keluarga, masyarakat dan negara karena penderitanya menjadi tidak produktif dan bergantung pada orang lain.

“Oleh karena itu, masalah kesehatan jiwa perlu ditangani secara serius,” ujarnya.

Lanjutnya, permasalahan kesehatan jiwa dimasyarakat semakin kompleks dan semakin meningkat, maka diperlukan pendekatan dan pemecahan masalah dengan persiapan dan langkah-langkah yang tepat.

Untuk itu Misranda menghimbau, TP-JKM menjadi suatu wadah koordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan jiwa dan psikososial, yang terdiri dari Tim Pembina (Pusat), Tim Pengarah (Provinsi) dan Tim Pelaksana (Kabupaten/Kota).

“Kegiatan ini (rapat koordinasi), dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa, pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran dan berupaya untuk mencegah gangguan kejiwaan sejak dini,” ucap Misranda.

Ia mengingatkan untuk mendukung program Nawacita ke – 5, dibutuhkan program dan kegiatan anak dan remaja agar tumbuh dan berkembang sesuai tahapan perkembangan usianya. Lanjutnya, sehingga mereka memiliki pertahanan mental yang kuat terhadap tekanan bila sehat jiwa, raga, sosial, spiritual dan menjadi manusia yang berkualitas.

“Maka, upaya-upaya dalam peningkatan kesehatan jiwa masyarakat, pencegahan terhadap masalah kesehatan jiwa dan intervensi dini gangguan jiwa, seyogyanya menjadi prioritas dalam mengurangi gangguan jiwa berat dimasa yang akan datang,” pungkas Misranda.

Rilis : Fadhil & MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 17 =

scroll to top