Membudayakan Germas Dapat Mencegah Stunting

IMG-20220914-WA0011.jpg

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Drs. H. Syukri J. Botutihe, M. Si., saat membuka Pertemuan Sosialisasi dan advokasi Germas, Rabu (14/09/2022) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen mendorong masyarakat agar melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal itu disampaikan Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Drs. H. Syukri J. Botutihe, M. Si., saat membuka Pertemuan Sosialisasi dan advokasi Germas, Rabu (14/09/2022) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Menurut Syukri, isu stunting berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat, oleh sebab itu pemerintah terus berupaya agar masalah kesehatan seperti stunting dapat teratasi.

“Sudah seharusnya kita tetap berbicara menyangkut masalah ini, didiskusikan terus-menerus jangan lupakan agar supaya kita menemukan pola bagaimana caranya untuk mengatasi masalah stunting,” kata Syukri.

Syukri juga mengungkapkan tugas pemerintah, forkopimda dan lintas sektor terkait harus berintegrasi dalam membudayakan Germas.

“Jangan berhenti untuk membicarakan masalah ini dan merumuskan sekaligus melakukan tindakan di lapangan, itu yang diharapkan. Jadi pertemuan kali ini dalam rangka itu, kita mengevaluasi dimana titik-titik lemah sehingga capaian Germas belum sesuai dengan apa yang diharapkan,” imbuh Syukri.

Disela-sela kegiatan dilakukan senam peregangan.

Senada dengan Plh. Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., menjelaskan bahwa Germas terkait erat dengan stunting.

“Contohnya ibu hamil yang sehat, mengunjungi posyandu secara teratur, terpantau kesehatannya, naik berat badannya ditambah dengan ibu hamil tersebut tidak menjadi perokok pasif. Ketika ada suami atau orang yang menjadi perokok didalam rumah ibu hamil maupun serumah dengan bayi dan balita tentunya ini menjadi keniscayaan akan terjadi yang namanya stunting,” jelas dr. Yana.

Kadinkes dr. Yana mengungkapkan data perokok di Provinsi Gorontalo menjadi peringkat kedua perokok di kalangan anak remaja.

“Maka itu menjadi penting bagi kita semua utamanya melalui gerakan masyarakat hidup sehat ditingkat OPD, instansi pemerintah kemudian forkopimda untuk memastikan bahwa gerakan berhenti merokok salah satu bagian atau aspek daripada Germas itu akan dilakukan kemudian dioptimalkan sampai dengan tidak ada masyarakat yang terpapar rokok khususnya ibu hamil dan bayi balita sehingga stunting bisa kita turunkan sesuai dengan rencana target 2024,” tandas dr. Yana.

Kegiatan ini diikuti unsur Forkopimda, OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan lintas sektor terkait.

Rilis : MD
Foto/Video : ILB
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 1 =

scroll to top