Kondisi Bugar Penting juga Bagi Jemaah Calon Haji Lansia

IMG-20190315-WA0008.jpg

Pose bersama CJH, TKHI, Program Kesehatan Kerja Dan Olahraga Dinas Kesehatan Provinsi, Puskesmas, Kabupaten Gorontalo dan Pembimbing Kesehatan Kerja

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bersama TKHI terpilih untuk tahun 1440H, melakukan kegiatan pengukuran kebugaran bagi Calon Jemaah Haji (CJH) di Kabupaten Gorontalo khusus wilayah Telaga cs, Jum’at (15/03/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes menjelaskan bahwa kebugaran jasmani penting dilakukan kepada CJH sebagai bentuk kesiapan fisik Jemaah saat berada di tanah suci.

“Hasil pengukuran kebugaran jasmani ini digunakan untuk menilai kesiapan jemaah haji dalam melakukan aktivitas fisik selama ibadah haji. Selain itu, peningkatan kemampuan jantung-paru juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam proses aklimatisasi yaitu proses penyesuaian diri terhadap perubahan kondisi lingkungan untuk bertahan pada kondisi lingkungan yang berbeda dengan tempat asal” kata dr. Triyanto. .

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja Dan Olahraga Sabri Panigoro, SKM, M.Kes bahwa kegiatan pengukuran kebugaran kali ini khusus untuk lansia usia >60 Tahun.

“Mengapa dipisah? Karena metode pengukuran yang digunakan berbeda dengan CJH usia < 60 tahun. Jika untuk usia < 60 tahun menggunakan metode rockport walking test, yang usia > 60 tahun menggunakan metode six minutes walking test” ungkap Sabri.

Pengukuran Kebugaran kali ini diikuti oleh 20 jemaah di wilayah telaga dan sekitarnya dari total keseluruhan jemaah Kabupaten Gorontalo usia >60 tahun berjumlah 120 CJH, sisanya akan dibagi dua yaitu untuk Limboto dan sekitarnya serta Boliyohuto dan sekitarnya

CJH saat melakukan pengukuran Kebugaran Jasmani

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga dalam rangka pencapaian target indikator kinerja 900 CJH tahun 1440H yang telah dilakukan pengukuran kebugaran jasmani sebelum berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci”, beber Sabri.

Terlaksananya pengukuran Kebugaran bagi CJH dilaksanakan secara terintegrasi dengan seksi Surveilans Imunisasi, Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja dan TKHI.

“Kebugaran fisik ikut ditentukan oleh kebiasaan untuk beraktivitas fisik sehari-hari, diharapkan CJH terus melakukan latihan fisik sebagai persiapan ibadah nanti. Latihan fisik dapat berupa jalan kaki, jogging, senam haji sehat, senam lansia, senam jantung sehat dan lain-lain latihan fisik lainnya, Insya Allah jemaah haji sehat, ibadah haji lancar dan kembali ke tanah air menjadi haji mabrur” pungkasnya.

Rilis : KrisNA
Editor : Nancy Pembengo & MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − thirteen =

scroll to top