Kinerja Program Penanggulangan Malaria Di Gorontalo Terbaik Se-Indonesia

IMG-20190301-WA0007.jpg

Kepala Bidang P2P, Reyke Uloli, SKM. M. Kes saat menerima penghargaan dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono, M.Kes.

Tangerang, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional karena mendapatkan penghargaan atas prestasi Juara I Provinsi dengan Kinerja Program Malaria Terbaik Tahun 2018.

Penghargaaan itu di serahterimakan pada Rapat Kordinasi Teknis (RAKONTEK) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kamis (28/02/2019) di Tangerang Bekasi.

Prestasi ini tidak terlepas dari upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian oleh seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo selama Tahun 2018.

“Penghargaan yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan RI merupakan bentuk penghargaan atas kinerja yang dilakukan Dinas Kesehatan, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Hj. Reyke Uloli, S.KM, M.Kes.

Piagam Penghargaan Atas Prestasi sebagai Juara 1 Provinsi dengan Kinerja Program Malaria Terbaik Tahun 2018

Salah satu faktor penilaian pemerintah pusat, kata Reyke Uloli adalah capaian indikator ketepatan dan kelengkapan pelaporan program malaria menggunakan aplikasi sistem informasi surveilans malaria berbasis online.

“Semua fasilitas kesehatan di kabupaten/kota baik puskesmas dan rumah sakit 100% sudah mampu menggunakan pelaporan berbasis online dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Surveilans Malaria yang dikenal dengan SISMAL” ungkap Reyke.

Jika dilihat secara keseluruhan, semua kasus Malaria di Provinsi Gorontalo dapat terlapor dengan cepat menggunakan aplikasi ini, oleh karena setiap fasilitas kesehatan baik Puskesmas dan Rumah Sakit harus mampu melakukan notifikasi setiap kasus Malaria yang ditangani sehingga petugas dapat segera menindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi dengan metode 1-2-5.

“Sejauh ini, tidak ada kendala untuk pelaporan SISMAL di fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit. Yang biasanya terjadi adalah sering terjadi penggantian petugas di fasilitas kesehatan, maka dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten akan segera melakukan on the job training kepada petugas baru,” tandas Reyke.

Rilis : Taufik Lantowa
Editor : MD & Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven + 12 =

scroll to top