Ketersediaan Obat di Kabupaten Boalemo Relatif Aman

IMG-20191016-WA0010.jpg

Petugas dari Seksi Tata Kelola Obat dan Pelayanan Kefarmaasian Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo saat melakukan monitor di Puskesmas dulupi, Selasa (15/10/2019)

Kabupaten Boalemo, Dinkesprov – Seksi Tata Kelola Obat dan Pelayanan Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Ketersediaan Obat dan Vaksin serta Capaian Program Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dasar, Selasa (15/10/2019) di 3 (tiga) Puskesmas di Kabupaten Boalemo.

“Dari hasil monitoring yang dilaksanakan termasuk pengelolaan obat dan vaksin, diperoleh data bahwa ketersediaan obat di 3 (tiga) puskesmas yakni puskesmas Bongo II, Puskesmas Pangi dan Puskesmas Dulupi terbilang lengkap, karena dari indikator 20 obat dan vaksin yang harus tersedia di puskesmas capaiannya 100%” Kata Farid, Kasie Tata Kelola Obat (TKO) dan Pelayanan Kefarmasian (Yanfar).

Ditambahkan Farid, monev ini rutin dilakukan setiap tahun dan tahun 2019 ini sudah dilaksanakan tahap III dan diusahakan agar setiap puskesmas dapat dikunjungi.

“Ketersediaan obat dan vaksin di sarana pelayanan kesehatan perlu dilaksanakan untuk mengetahui kondisi real dilapangan terkait ketersediaan obat dan vaksin. Hal ini untuk mendukung pelayanan kesehatan prima di tingkat pelayanan dasar. Ketersediaan obat di sarana pelayanan kesehatan didukung dengan distribusi obat dari Kementerian Kesehatan ke Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan diteruskan ke Instalasi Farmasi Kabupaten/ Kota. Obat akan didistribusikan ke Puskesmas sesuai permintaan obat dari Puskesmas dengan melampirkan Lembar Permintaan dan Lembar Penggunaan Obat dan Vaksin (LPLPO dan Vaksin),” lanjut Farid.

Selain itu, ketersediaan obat juga dijaga dengan melakukan pengadaan obat di tingkat kabupaten/kota oleh instalasi farmasi kabupaten/kota (IFK) dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) maupun dana alokasi umum (DAU) yang tiap tahun direncanakan.

“Untuk memback-up kekurangan obat di puskesmas, puskesmas juga dapat mengadakan obat-obat yang persediaannya kosong di IFK dengan jumlah yang terbatas (penggunaan untuk jangka waktu kurang dari 1 bulan),” pungkas Farid.

Rilis : Gelar
Editor : Nancy Pembengo & MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 8 =

scroll to top