Kemenkes Apresiasi Gorontalo Germas Community

IMG-20190912-WA0012.jpg

Kabid Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan Kemenkes RI Sakri Sab'atmaja SKM, M.Si., saat di wawancarai di sela-sela Evaluasi Germas di Provinsi Gorontalo, Kamis (12/09/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) memasuki tahun ketiga sejak dicanangkan pada tahun 2017, sehingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia perlu melakukan evaluasi terhadap sejauh mana program ini berjalan.

Untuk itu, Provinsi Gorontalo menjadi salah satu dari 4 (empat) daerah diantaranya Jawa Timur, Bengkulu dan Kalimantan Selatan yang akan di evaluasi. Terpilihnya Gorontalo karena berbagai inovasi yang dilakukan diantaranya adanya pelaporan Germas berbasis aplikasi E-Germas dan adanya pemberdayaan masyarakat melalui komunitas Olahraga yang konsisten mengkampanyekan Germas yaitu Gorontalo Germas Community (GGC).

Kabid Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan Kemenkes RI Sakri Sab’atmaja SKM, M.Si memberikan apresiasi terhadap kegiatan Germas di Provinsi Gorontalo, terutama forum Gorontalo Germas Comunnity (GGC).

Anggota Gorontalo Germas Community (GGC)

Dirinya juga berharap, agar keberadaan GGC, tidak hanya ada di Tingkat Provinsi saja, tetapi bisa dibentuk di tingkat Kabupaten/Kota juga, ungkap Sakri.

Sakri juga mengungkapkan bahwa kemajuan ini akan membuat germas bukan hanya sekadar event dan seremoni gerakan saja. Tapi mampu mengajak masyarakat untuk berubah.

“Kedepan kelompok seperti ini harus membantu masyarakat mandiri. Masyarakat olahraganya mandiri, konsumsi sayur dan buah, sadar akan kesehatannya dan melakukan pengecekkan kesehatan. Karena mencegah lebih baik dengan mengetahui secara dini penyakit apa yang kita alami,” ujar Sakri saat menghadiri pembukaan evaluasi germas di Gorontalo, Kamis (12/9/2019) di Grand Q Hotel, kota Gorontalo.

Lebih lanjut Sakri menilai bahwa germas belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat umum bahkan pada masyarakat level bawah. Germas hanya dikenal pada tatanan pemerintah saja. Sehingga perlu adanya dorongan yang dilakukan agar germas lebih dikenal sampai masyarakat tingkat bawah.

“Oleh karena itu kita tidak bosan-bosannya mendengungkan dan terus publikasi ini. Agar masyarakat tahu kemudian berfikir untuk mau bergerak dan berubah dengan perilaku hidup sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo Misranda E. U. Nalole, M.Si mengungkapkan tujuan dilaksanakan kegiatan evaluasi tersebut adalah untuk mengukur sejauh mana capaian pelaksanaan Germas baik di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota Tahun 2019.

“Kita akan selalu bersosialisasi bagaimana germas ini sampai ke tingkat bawah. Sehingga saya berharap, selain GGC akan ada kelompok masyarakat lainnya untuk menyuarakan gerakan germas ini di Gorontalo,” ungkap Misranda.

Rilis : Muhajir & MD
Poto : Reza & ILB
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =

scroll to top