Kegiatan HAKLI/IAKLI Suluttengo, ISC Mendapat Apresiasi Pemda

IMG-20190331-WA0009.jpg

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. Imran Nurali, Sp. KO didampingi Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga pada kegiatan HAKLI/IAKLI di Pohuwato.

Kabupaten Pohuwato, Dinkesprov – Agenda dua Tahunan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) bersama Ikatan Alumni Kesehatan Lingkungan Indonesia (IAKLI) Manado tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 Hari tersebut dimulai tanggal 28 Maret 2019 dan diawali dengan kegiatan jalan sehat bersama Pemerintah Daerah dan jajaran Forum Kounikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta Kepala SKPD dan ASN dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Fendri Nur, SKM, Jalan sehat bersama diikuti oleh seluruh anggota HAKLI Provinsi Gorontalo, Provinsi Se-Sulutenggo dan Papua dengan jumlah peserta 400 orang. Jalan sehat mengambil start di lapangan GOR Pohuwato dan finish di Lokasi wisata pohon cinta dilanjutkan dengan kegiatan senam dan makan buah bersama.

Fendri juga menjelaskan bahwa selama pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Pohuwato panitia juga ikut berkomitmen untuk terus mengkampanyekan gerakan meminimalkan sampah plastik.

“Kami menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut untuk membawa ”thumbler atau botol minum isi ulang” dan juga menyediakan dispenser air minum di lokasi kegiatan” kata Fendri.

Setelah pelaksanaan sholat jumat, dilaksanakan pengambilan sumpah profesi Kesehatan Lingkungan dan pengukuhan oleh rohaniawan, masing masing dari rohaniawan Islam, Kristen dan hindu. Pengambilan sumpah profesi diikuti oleh 172 anggota HAKLI di Provinsi Gorontalo.

Puncak acara adalah dialog ilmiah yang format acaranya berbeda dari kegiatan seminar pada umumnya. Acara Indonesian Sanitation Club (ISC) merupakan format acara yang bertujuan untuk melakukan advokasi pada pegambil kebijakan dalam menindaklanjuti suatu permasalahan.

“Tema yang diangkat pada kegiatan ISC ini adalah Pengelolaan Limbah Rumah Sakit dan Puskesmas sesui standar” ungkap Fendri.

Sementara itu, Ketua HAKLI Provinsi Gorontalo, Kristin Ningrum Alaina, SKM mengatakan hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Pohuwato Syarif Mbuinga, Bupati Kabupaten Gorontlo Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr. Imran Nurali, Sp.KO, Ketua Kolegium PP HAKLI Prof. Dr. H. Arif Sumantri, M.Kes serta dari kementerian Lingkungan Hidup Widayanti, M.Sc.

“Kami tidak menyangka bahwa pertemuan ini dapat dihadiri oleh Pimpinan Daerah juga para ahli baik dari HAKLI pusat, dari Kemenkes dan Kementerian LH, diskusi yang formatnya mengikuti format ILC dan ditayangkan oleh salah satu TV swasta ini berhasil menarik perhatian para pemimpin daerah sehingga bersama-sama punya komitmen untuk penanganan limbah medis” terang Titin sapaan akrabnya.

Pusat dan Pimpinan Daerah Apresiasi Pelaksanaan ISC

Pada Kegiatan ISC yang dilaksanakan oleh HAKLI dan IAKLI Manado, Bupati Kabupaten Pohuwato dan Bupati Kabupaten Gorontalo memberikan apresiasi kepada HAKLI/IAKLI yang menyelenggarakan acara ini, menurut kedua pimpinan daerah tersebut acara ini sangat bagus dan unik karena membahas masalah yang serius tetapi dibahas secara santai.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo sebagai salah satu panelis menyampaikan bahwa di daerah Kabupaten Gorontalo kesehatan lingkungan telah menjadi bagian dan dimasukkan dalam rancangan pembangunan daerah, karena permasalahan lingkungan yaitu limbah medis merupakan permaslaahan yang serius.

Harapannya bahwa para tenaga ahli kesehatan lingkungan harus mempunyai standar komptensi dan itu adalah tugas organisasi profesi dalam meningkatkan kompetensi anggotanya.

Berbeda dengan Nelson Bupati Kabupaten Pohuwato Syarif Mbuinga menyampaikan apresiasi dan memuji HAKLI dan IAKLI, kegiatan ini benar benar diluar ekspektasinya, sebagai tuan rumah Syarif merasa bangga karena dipilih menjadi lokasi dialog ilmiah yang membahas permasalahan yang sangat krusial ini.

Sebagai tindak lanjut Bupati telah menginstruksikan kepada Kepala Bappeda Kabupaten Pohuwato untuk meninjau lagi atau melihat kembali rancangan pembangunan daerah Kabupaten Pohuwato agar dapat memasukkan kesehatan lingkungan didalamnya.

Apresiasi juga diungkapkan oleh Ketua Kolegium PP HAKLI Prof. Dr. H. Arif Sumantri, M.Kes menyampaikan bahwa respon pemerintah di daerah ini sangat baik oleh karenanya sebagai tenaga ahli kesehatan lingkungan anggota harus bisa meningkatkan kompetensi dan lebih professional.

Rilis : KrisNA
Editor : MD dan Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − one =

scroll to top