Kadinkes : Dari evaluasi ini kita harus banyak berbenah

IMG_7093.jpg

Dinkesprovgorontalo- Dalam rangka mengevektifkan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik yakni Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Persalinan (Jampersal) yang merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan kesehatan berbasis bukti atau kebutuhan riil dari masing-masing daerah, maka perlu dilakukan evaluasi untuk membuktikan klaim keberhasilan program atau sebaliknya serta mengukur sejauh mana pemanfaatan anggaran dalam mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan.

Hal inilah yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Subbagian Perencanaan dan Evaluasi melaksanakan Pertemuan Evaluasi DAK Non Fisik BOK Semester 1 Tahun 2018 tingkat Provinsi Gorontalo, Senin (30/07/2018) Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontala dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes. Dalama sambutannya, Kadinkses menghimbau kepada seluruh peserta pertemuan tersebut untuk lebih maksimal lagi dalam melaksanakan program-program yang bersumber dari DAK dan BOK.

“Dana DAK, BOK dan Jampersal ini diperoleh dari Kemenkes dengan penuh perjuangan ketika harus mengikuti proses desk yang ketat oleh teman- teman Kabupaten/Kota. Tetapi setelah anggaran tersebut masuk didaerah, ketika dievaluasi pelaksanaan kegiatan dilapangkan,terlihat hasil yang berpariasi bahkan masih jauh dari target realisasi, dan ini sangat disayangkan sekali”, ungkap Kadinkes.

Lebih lanjut Kadinkes mengatakan, anggaran yang ada ini sangat berguna sekali dalam mendukung pembangunan pelayanan kesehatan di daerah. “Syarat realisasi pemanfaatan untuk penyaluran tahap 2 bulan Oktober adalah 75%”, tandasnya. Menurutnya, harusnya realisasi untuk semester 1 ini sudah diatas 50%, namun baru ada 2 kabupaten yg bisa mencapainya.

Olehnya, kadinkes berharap, perlu diperbaiki lagi pelaporan data cakupan untuk bahan evaluasi berikutnya. “Dari evaluasi ini kita harus banyak berbenah. Kalau kita bahas satu per satu akan banyak yg perlu diperbaiki. Lakukan kegiatan yg riil di lapangan, jangan banyak berteori”, pungkas Kadinkes Triyanto.

Pewarta : Arman Saidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × five =

scroll to top