Jajaran Kejaksaan Tinggi Gorontalo Divaksin Covid-19

WhatsApp-Image-2021-03-02-at-15.40.21.jpeg

Vaksinasi Covid-19 di Kejaksaan Tinggi Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo divaksin Covid-19 yang disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., Selasa (02/03/2021) bertempat di Halaman belakang kantor Kejati Gorontalo.

Jajaran Kejati antusias mengikuti vaksinasi dan penyuntikan pertama diterima oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Gorontalo, Drs. Muhammad Naim, SH.

Wakajati mengungkapkan sasaran vaksinasi Covid-19 ini adalah seluruh pegawai dengan jumlah 140 orang yang terdiri dari jaksa, tata usaha dan tenaga honorer.
“Insya Allah sampai hari ini kalaupun mencukupi dosis vaksin yang disampaikan Dinas Kesehatan, kami juga akan melakukan vaksinasi keluarga kami yang ada di Kejaksaan Tinggi”, ungkapnya.

Muhammad Naim juga mengatakan setelah divaksin tidak merasakan efek samping yang berarti.
“Tadi saya telah divaksin dan rasanya seperti biasa saja disuntik yang dirasakan disuntik seperti digigit semut”, jelas Wakajati.

Diakhir wawancara, Wakajati berharap masyarakat mau berpartisipasi dalam mensukseskan program Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Gorontalo agar mau divaksin karena vaksin adalah salah satu pembentukan antibodi, mudah-mudahan semua virus khususnya Covid-19 tidak menjangkit kepada yang telah divaksin tetapi tentunya setelah divaksin protokol kesehatan tetap diterapkan jangan sampai mereka yang telah di vaksin menganggap dirinya sudah kuat karena imun sudah terbentuk” pungkasnya.

Sementara itu, Kadinkes Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, SH., menyampaikan bahwa pada pelaksanaan vaksinasi yang di kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo adalah tahap kedua yaitu untuk petugas pelayanan publik dan lansia.

Kejaksaan Tinggi Gorontalo termasuk pelayanan publik yang melayani masyarakat terkait masalah hukum.
“Maka itu kami datang untuk melakukan vaksinasi dengan melalui protokol kesehatan dan proses Screening itu sendiri” ucapnya.

Kadinkes juga menjelaskan sampai dengan saat ini laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tidak ada yang berat dan signifikan.
“Alhamdulillah sampai dengan sekarang mulai dari tahap satu tidak ada KIPI yang berat kalaupun ada paling banyak sakit kepala, ngantuk, tidur dan panas”, jelasnya.

Rilis : MD
Video/Foto : ILB/Stevi
Video Editor : Reza
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + fifteen =

scroll to top