Jadi Bintang Tamu Jumpa Tokoh Perti SBH III, Kadinkes Anang Paparkan Dampak Stunting

IMG-20230714-WA0020.jpg

Kadinkes Anang Otoluwa jadi Bintang Tamu Jumpa Tokoh pada kegiatan Perti Saka Bakti Husada III.

Kabupaten Pohuwato, Dinkesprov – Rangkaian kegiatan Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada III dimulai dengan acara Jumpa Tokoh, Jum’at malam (14/07/2023) di Buper Duhiadaa Kabupaten Pohuwato.

Jumpa tokoh menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo selaku Kamabisaka SBH Daerah, Anang S. Otoluwa yang memaparkan tentang situasi stunting di Provinsi Gorontalo dan Indonesia serta dampaknya.

Dalam paparannya, Anang menyebut stunting sangat mengkhawatirkan dan masa depan nanti Indonesia emas di tahun 2045, Indonesia akan dihuni oleh lebih banyak manusia yang usia produktif antara usia 15 tahun sampai 65 tahun dan kalau ini tidak diisi oleh generasi yang berkualitas maka kita bisa bayangkan bagaimana nasib Indonesia, nasib Provinsi Gorontalo nasib kabupaten/kota yang ada di provinsi Gorontalo.

“Yang paling penting, yang kita khawatirkan dari stunting itu sebenarnya bukan cuma tubuh pendek tetapi yang paling penting adalah tumbuh pendek, kalau ada orang yang tumbuh pendek itu biasanya gampang emosi, gampang meledak-ledak, pikirannya pendek sehingga kalau ada yang menyulut minta untuk demonstrasi dan lain sebagainya ini gampang sekali untuk menjadi emosional nah ini yang kita tidak harapkan,” jelas Anang.

Anang mengungkapkan fakta yang mengejutkan dimana banyak orang dengan usia muda sudah menderita penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, stroke dan diabetes melitus.

“Penyakit itu lebih mudah menyerang usia muda dibawah usia 45 tahun, kalau dulu biasanya penyakit tadi terjadi pada umur 60 tahun ke atas sekarang usia 40 tahun sudah ada yang kena stroke hingga meninggal karena ini disebabkan oleh karena organ-organ tubuh kita tidak berkembang dengan optimal sehingga ketika kita umur muda pun ini sudah bisa terserang penyakit tidak menular atau penyakit generatif tadi,” pungkasnya.

Upaya mencegah stunting kata Anang, dimulai sejak remaja, remaja putri itu penting karena remaja putri itu melahirkan generasi penerus.

“Remaja putri harus mulai sadar gizi dan perbaiki gizinya, tidak kurus dan tidak gemuk dan harus melakukan pengukuran status gizi untuk mengetahui kekurangan gizi kronis serta mengalami anemia,” jelas Anang.

Disela-sela acara, peserta Perti Saka Bakti Husada III menampilkan berbagai atraksi yel yel yang menambah semarak Jumpa Tokoh malam ini.

Rilis : MD/ILB
Foto : AIS/Reza
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 8 =

scroll to top
Bahasa »