Implementasi Germas di Tengah Pandemi Covid-19 Harus Ditingkatkan

IMG-20200813-WA0035.jpg

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB dr. Rosina Kiu saat melakukan monev Germas beberapa waktu lalu.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Selama kurang lebih 5 bulan terakhir ini berita tentang Covid-19 mewarnai di semua aspek kehidupan. Informasi baik di TV, radio, media sosial atau media digital, juga obrolan di rumah, di kantor dan di telepon, semua berisi tentang Covid-19. Berbagai respon dan reaksi ditunjukkan oleh masyarakat, ada yang sedih, cemas, takut, gemas, khawatir, marah-marah, tetapi ada juga yang tenang atau tetap percaya diri.

Covid-19 berhasil mengubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di jalan dan dimanapun. Kita dibuatnya seakan tak berdaya, karena gerak langkah kita dibatasi dengan adanya Covid-19, sehingga membuat kita tidak produktif yang berdampak pada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah dan negara.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, KB dan Gizi, dr. Rosina Kiu, Covid-19 sangat berbahaya, karena jika tidak melaksanakan protokol kesehatan, maka kita bisa terjangkit virus mematikan ini.

“Penyakit ini belum ada obat dan vaksinnya dan ini sudah menjadi pandemi yang menyebabkan banyak kematian di dunia maupun di Indonesia dan sampai saat ini kasusnya masih terus meningkat”, ungkap dr Rosina.

Advokasi Regulasi dan Implementasi Germas di Bappeda Kabupaten Boalemo

Untuk melawan virus, maka hal utama yang perlu kita lakukan adalah menerapkan Germas untuk melakukan tindakan pencegahan, diantaranya dengan rajin melakukan aktifitas fisik, sering mencuci tangan pakai sabun, menerapkan etika batuk, memakai masker serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Secara umum, tujuan GERMAS adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan dari gaya hidup sehat adalah lingkungan yang bersih dan sehat serta berkurangnya resiko membuang lebih banyak uang untuk biaya berobat ketika sakit”, tambah dr. Nina, sapaan akrabnya.

Untuk itu, implementasi Germas di tingkat Kabupaten/Kota terus digalakkan. Melalui Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo upaya ini didorong melalui advokasi ke Bappeda serta Implementasi Germas di Tingkat Kabupaten/Kota yang dilaksanakan pada 06 – 07 Agustus 2020.

“Sejauh ini, implementasi germas sudah berjalan dengan baik, walaupun agak tersendat karena kendala Covid-19. Namun demikian, diharapkan agar dengan adaptasi kebiasaan baru saat ini masyarakat tetap memperhatikan bagaimana pencegahan suatu penyakit dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat melalui Germas”, pungkas Nancy Pembengo, S.Si, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Rilis : Iwan / Arvan
Editor : MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 7 =

scroll to top