Evaluasi Pelaksanaan Stunting di Daerah, Balitbangkes Kemenkes RI adakan Riset

IMG-20190715-WA0011.jpg

Poto Bersama peneliti Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI dengan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB dr. Rosina Kiu dan Kasie Kesga, PP, KB dan Gizi Syafiin S. Napu, SKM., M. Kes.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dalam rangka mengurangi dan menangani stunting, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dan regulasi yang tercakup dalam kerangka intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Salah satu pilar penting dalam pelaksanaan program percepatan penanggulangan stunting adalah kegiatan evaluasi program dimana salah satunya dilaksanakan melalui riset.

Untuk itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Kemenkes RI menugaskan penelitinya untuk melakukan riset evaluatif program nasional percepatan stunting pada kabupaten/kota prioritas. Untuk Provinsi Gorontalo sendiri riset tersebut dilaksanakan oleh Rika Rachmalina dan Andi Susilowati.

Wawancara dengan Kasie Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Nancy Pembengo, S. Si dan Kasie Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja Dan Olahraga Sabri Panigoro, SKM., M. Kes

Menurut Rika, pelaksanaan riset sudah dilaksanakan sejak tanggal 09 Juli 2019 dan akan berakhir pada tanggal 17 Juli 2019 mendatang dengan mengunjungi Kabupaten Gorontalo, sebagai kabupaten lokus terpilih.

“Kabupaten lain yang juga dilaksanakan riset antara lain Rokan Hulu (Riau), Lampung Tengah (Lampung), Tasikmalaya (Jabar), Cianjur (Jabar), Pemalang (Jateng), Brebes (Jateng), Ketapang (Kalbar), Hulu Sungai Utara (Kalsel), Lombok Tengah (NTB), Mamuju (Sulbar), Maluku Tengah (Maluku) dan Lani Jaya (Papua)”,ungkap Rika.

Ditambahkan Rika, riset tersebut dilakukan pada pengelola program yang berkaitan dengan penanggulangan stunting baik level pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan maupun desa dengan melakukan pendekatan studi kualitatif.

“Studi kualitatif ini dilakukan dengan menggali informasi terkait implementasi program percepatan penurunan stunting dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (faktor pendukung dan faktor penghambat) melalui proses wawancara”, jelas Rika.

Wawancara dengan Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Irma Cahyani Ranti

Nantinya, hasil riset ini diharapkan bisa dijadikan sebagai bahan masukan bagi para pengambil kebijakan dalam pelaksanaan program percepatan stunting di Indonesia.

Di Dinas Kesehatan Provinsi sendiri, wawancara dilakukan pada Kabid Kesehatan Masyarakat, PP dan KB, Kasie Kesga, PP, KB dan Gizi, Kasie Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kasie Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Rilis : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =

scroll to top