Dirjen P2P Maxi Rondonuwu Resmikan Layanan Pemeriksaan Rujukan TBC XDR

IMG-20240213-WA0000.jpg

Peresmian Layanan Pemeriksaan Rujukan Tuberkulosis (TBC) Extensively Drug Resistance (XDR) dengan menggunakan Test Cepat Molekuler (TCM) Micobacterium Tuberkulosis (MTB)/XDR.

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu meresmikan Layanan Pemeriksaan Rujukan Tuberkulosis (TBC) Extensively Drug Resistance (XDR) dengan menggunakan Test Cepat Molekuler (TCM) Micobacterium Tuberkulosis (MTB)/XDR, Senin (12/02/2024) di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

Menurut Dirjen P2P Maxi Rein Rondonuwu, diharapkan dengan adanya fasilitas pemeriksaan TBC XDR di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dapat meningkatkan pemeriksaan uji kepekaan obat bagi pasien yang telah terkonfirmasi TBC Resisten Rimfapisin di Provinsi Gorontalo.

“Saya senang dan apresiasi alat TCM XDR tuberkulosis disini sudah berfungsi, ini penting sekali karena memang untuk masalah penyakit TBC dengan resisten obat tiap tahun angkanya naik,” ucap Maxi.

Menurutnya, orang dengan TBC Resisten Obat jika tidak ditangani dengan baik itu akan menularkan ke orang lain dan menjadi resisten juga.

“Oleh karena itu untuk alat diagnosisnya disini sudah ada di rumah sakit ini (Hasri Ainun Habibie, red). Diharapkan dari puskesmas, rumah sakit swasta yang memiliki kecurigaan TBC Resisten Obat dirujuk ke sini sampelnya untuk diperiksa,” ujar Maxi.

Alat pemeriksaan tersebut, kata Maxi cepat mendeteksi jenis obat anti Tuberkulosis (OAT) lini kedua.

“Kalau sudah terdeteksi tentu akan diobati dengan obat yang sesuai dengan TBC Resisten Obat,” kata Maxi.

Dirjen P2P Maxi Rein Rondonuwu beserta tim melakukan peninjauan fasilitas yang ada di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, menjelaskan langkah yang harus dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota hingga Puskesmas adalah melakukan penyebaran informasi dan sosialisasi adanya layanan pemeriksaan TBC Resisten Obat di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.

“Tugas kita ke depan adalah mensosialisasikan apa yang sudah di launching oleh pak Dirjen hari ini agar pasien-pasien yang kita curigai resisten obat itu bisa dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan sini,” ucap Anang.

Anang mengungkapkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh alat yang ada memberikan hasil yang sesuai.

“Tadi ada hasil yang menarik disampaikan oleh dokter ahli patologi klinik yakni dari 9 (sembilan) sampel yang diperiksa, 6 (enam) yang positif (resisten detected), itu artinya ada kurang lebih 70% pasien yang dicurigai itu memang betul-betul positif, nah ini penting segera didiagnosa resisten terhadap obat apa sehingga pengobatannya bisa disesuaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan resistensi obat tadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemeriksaan untuk uji kepekaan OAT lini kedua utk pasien TBC Resisten Obat di Provinsi Gorontalo harus dikirim ke Hasanuddin University Medical Research Center, Makassar. Namun, setelah adanya fasilitas ini, pegiriman sampel untuk uji kepekaan OAT lini kedua terutama untuk obat golongan flurokuinolon, tidak perlu lagi dikirim ke laboratorium luar daerah.

Rilis : Salsa/Novita
Videografer : ILB/Nadia
Video Editor : Reza
Editor : Nancy Pembengo/MD

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − ten =

scroll to top
Bahasa »