Dinkes Sosialisasi Penggunaan Google Form Pendampingan Bapak/Ibu Asuh Stunting Bagi OPD

IMG-20231011-WA0003.jpg

sosialisasi penggunaan Google Form pendampingan bapak/ibu asuh anak stunting bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan sosialisasi penggunaan Google Form pendampingan bapak/ibu asuh anak stunting bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Selasa (10/10/2023) di aula kantor Dinas Kesehatan Provinsi.

Pelaksanaan sosialisasi ini adalah tindaklanjut hasil pelaksanaan Bulan Bakti Posyandu dimana pada inputan aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dimana ditemukan 5.132 balita yang stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Erni N. Mansur saat memberikan sambutan pada sosialisasi tersebut menjelaskan salah satu intervensi untuk penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim adalah membentuk suatu gerakan masyarakat khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Dinas Kesehatan Provinsi sudah mulai membagi setiap ASN menjadi bapak/ibu asuh anak stunting yang ada disekitar tempat tinggalnya dan juga membagi ASN di 3 (tiga) kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo yaitu kecamatan Batudaa Pantai, Biluhu dan Bilato untuk melakukan pendampingan anak stunting,” ungkap Erni.

Saat ini, lanjut Erni Penjabat Gubernur Gorontalo membagi wilayah pendampingan anak balita stunting kepada OPD yang ada di lingkup pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Sesuai instruksi Pj Gubernur untuk membagi pada setiap OPD menjadi Bapak Ibu asuh anak stunting. Setiap OPD ada yang mendapat 2-3 kecamatan. Jadi semua Kecamatan di Provinsi Gorontalo terbagi habis pada setiap OPD,” imbuhnya.

Dengan adanya pendampingan dari masing-masing OPD diharapkan akan memberikan dampak positif ke arah perbaikan gizi anak stunting dimaksud.

“Ini akan menjadi bagian dari intervensi non material dengan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak stunting dan mendorong perbaikan pola asuh orang tua dan keluarga sehingga anak bisa terbebas dari stunting. Tentunya tidak menutup kemungkinan OPD bisa memberikan bantuan seperti bahan pangan,” pungkas Erni.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 + 18 =

scroll to top
Bahasa »