Dinkes Provinsi Gorontalo Latih 10 Layanan Kesehatan Pre Exposure Profilaksis

WhatsApp-Image-2024-03-18-at-13.32.58.jpeg

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Anang S. Otoluwa dan Kabid P2P Jeane I. Dalie.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaksanakan program PREP (PRE Exposure Profilaksis) pada populasi kunci untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) HIV-AIDS sejak tahun 2022 di sepuluh Provinsi sebagai pilot project.

Untuk Provinsi Gorontalo akan dimulai di Kota Gorontalo pada tahun 2024 hingga 2026 di Kabupaten Gorontalo sesuai dengan road map program P2P HIV-AIDS Kemenkes RI.

Program PREP adalah salah satu Langkah pencegahan yang bersifat komprehensif sehingga membutuhkan akses layanan yang terkoneksi dengan layanan lainnya seperti layanan TB-HIV, PPIA, Layanan IMS dan layanan-layanan terkait lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menjelaskan Program PREP adalah upaya pencegahan yang dilakukan pada mereka kelompok rentan tertular HIV-AIDS.

“Hari ini dari 10 layanan akan dilakukan pelatihan ataupun sosialisasi agar mereka bisa menerapkan di lapangan nanti, tujuannya untuk melakukan pencegahan pada kelompok kunci sebelum terjadi pajanan atau sebelum mereka tereksposure terhadap penderita atau mereka pengidap HIV-AIDS,” jelas Anang saat membuka Workshop Pre Exposure Profilaksis, Senin (13/03/2024) di Aula kantor Dinas Kesehatan Provinsi.

Anang mengingatkan pentingnya kolaborasi dan kerjasama dengan lintas sektor terkait dalam menjaring kelompok yang berisiko sehingga mendapatkan intervensi.

“Harus ada kolaborasi karena untuk mencegah mereka terutama kelompok rentan atau kelompok populasi rentan itu betul-betul butuh kerjasama masalah HIV-AIDS sampai saat ini juga masih merupakan penyakit yang menjadi stigma dan belum semua masyarakat terbuka sehingga untuk menjaring kasus ataupun kelompok berisiko tadi itu butuh dukungan dari lintas sektor termasuk LSM dan kelompok-kelompok masyarakat yang berminat terhadap pencegahan HIV-AIDS,” pungkasnya.

Adapun 10 layanan yang menjadi sasaran kegiatan yang ada di Kota Gorontalo yaitu RSUD Prof. dr. H. Aloei Saboe, Puskesmas Dungingi, Kota Barat, Kota Timur, Kota Tengah, Kota Selatan, Pilolodaa, Hulonthalangi dan Dumbo Raya.

Target penemuan pasien Pre Exposure Profilaksis untuk Provinsi Gorontalo yaitu populasi lelaki sebanyak 274 pasien, wanita penjaja sex 25 pasien dan Waria sebanyak 28 pasien.

Rilis : MD
Videografer : ILB
Foto : AIS
Video Editor : Reza
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 16 =

scroll to top
Bahasa »