Dinkes Provinsi Gelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

WhatsApp-Image-2020-08-14-at-18.00.35.jpeg

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo, Jum'at (07/08/2020) bertempat di SDN 1 Bulila, Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Dinas kesehatan Provinsi Gorontalo melalui seksi Surveilans dan Imunisasi, Jum’at (07/08/2020), melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Penjaringan, Pemeriksaan Gigi dan Mulut serta Pemeriksaan Gejala Kusta pada Anak Sekolah Dasar.

BIAS adalah salah satu bentuk kegiatan dari imunisasi lanjut pada anak sekolah, sasarannya adalah seluruh anak usia sekolah dasar atau sederajat kelas 1 dan kelas 2, imunisasi yang diberikan berupa vaksin campak, difteri tetanus (DT), dan tetanus difteri (TD). Manfaat dari BIAS adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Menurut Kepala Seksi Surveilens dan Imunisasi, Erni Mansur.SKM. M.Kes, kegiatan BIAS ini melibatkan unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Puskesmas dan Sekolah Dasar.

“Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai November 2020. Dan khusus bulan Agustus ini dilakukan bagi siswa baru kelas 1 yaitu di SDN 1 Bulila, Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Sesuai info dari Kepala Sekolah jumlah siswa baru kelas 1 sebanyak 26 siswa, namun yg hadir sebanyak 13 siswa.yang sisanya akan dijadwalkan lagi”, ujar Erni.

Pelaksanaan Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar dan dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, dimana sebelum masuk kelas siswa dan para orang tua yg mendampingi wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

Adapun petugas yang terlibat antara lain dokter gigi, dokter umum, perawat dan staf puskesmas serta dari Dinas Kesehatan baik Kabupaten Gorontalo maupun Provinsi sebagai pendamping.
SDN 1 Bulila sendiri dihadiri langsung oleh kepala sekolah dan guru wali kelas 1.

Erni berharap agar anak kelas 1 dan kelas 2 sekolah dasar dapat melakukan imunisasi ulang campak karena disinyalir menurut Kementrian Kesehatan terjadi tingkat penurunan kekebalan ketika diimunisasi campak pada balita, ketika masuk kelas 1 dan kelas 2 sekolah dasar/MI

“Sehingga harus di lakukan imunisasi campak pada Bulan Agustus ini”, kata Erni mengakhiri wawancara.

Rilis : Agus/ Stevi / Monic
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 1 =

scroll to top