Dinkes Provinsi Evaluasi Kinerja Global Fund Komponen AIDS, TBC dan Malaria

IMG-20200116-WA0038.jpg

Tim Global Fund Komponen AIDS, TBC dan Malaria saat melakukan evaluasi kinerja, Senin (13/01/2020) di Ruang bidang P2P

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Global Fund AIDS, TBC dan Malaria menggelar kegiatan evaluasi pencapaian kinerja tahun 2019 yang dipimpin langsung Kepala Bidang P2P Hj. Reyke Uloli, S.KM,M.Kes yang digelar di ruang Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Senin (13/01/2020).

Sebagaimana diketahui bersama 3 (tiga) program yang ada di bidang P2P disuport oleh dana Hibah Global Fund untuk mendukung pencapaian program AIDS, TBC dan Malaria.
Dalam kegiatan ini setiap Project Officer 3 (tiga) komponen AIDS, TBC dan Malaria menyampaikan paparan tentang keberhasilan baik secara program maupun secara keproyekan sekaligus realisasi keuangan dimasing-masing komponen yang ditemui selama tahun 2019 .

Dari hasil paparan 3 (tiga) komponen AIDS, TBC dan Malaria diperoleh informasi untuk program aids dari 6 kabupaten/kota hanya satu kabupaten yang di Support oleh dana Global Fund yakni Kota Gorontalo sehingga perlu pendampingan dari KPA (Komisi Penanggulan AIDS) daerah untuk membantu dalam pencapaian indikator kinerja dari program AIDS. Kolaborasi pencapaian program sudah dilakukan dengan program TBC dan Hepatitis. Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan penjaringan dan pelayanan kasus sedini mungkin sehingga Three Zero bisa tercapai.

Paparan oleh Project officer

Program TBC menyampaikan capaian program selama tahun 2019. Dalam pencapaian kinerja program TBC di Kabupaten/Kota dengan adanya dana Global Fund sangat mendukung dalam penjaringan kasus suspek TBC serta dalam pengobatan penderita TBC MDR (resisten obat) sampai sembuh. Hanya saja program TBC membutuhkan tambahan layanan rumah sakit yang bisa menerima dan menangani penderita TBC MDR. Kedepan RS Hasri Ainun Habibie akan dijadikan pusat rujukan pengobatan penderita TBC MDR.

Untuk GF komponen malaria sudah mensuport program malaria sejak tahun 2010. Dana global fund sangat membantu dalam penurunan angka kesakitan malaria dan mendorong kabupaten/kota dalam mencapai eliminasi malaria. Angka kesakitan malaria di provinsi menunjukkan trend menurun dimana sampai dengan akhir tahun 2019 kasus malaria hanya tinggal 31 kasus dan sudah 2 kabupaten yang dinyatakan sebagai kabupaten bebas malaria yakni Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Kedepan masih ada pekerjaan rumah program malaria untuk menambah jumlah kabupaten yang mencapai eliminasi malaria oleh karena masih 4 (empat) kabupaten yang perlu disupport oleh dana global fund dalam menekan angka kesakitan malaria

Diakhir kegiatan evaluasi, Reyke mengharapkan adanya peningkatan capaian program melalui dukungan dana hibah tersebut.
“Jangan hanya realisasi keuangan yang tinggi, akan tetapi realisasi dari segi program juga harus tinggi. Dalam 2 (dua)tahun terakhir program malaria menunjukkan prestasinya dan diapresiasi oleh Kementerian Kesehatan” kata Reyke.

Tahun 2018 Juara I sebagai provinsi dengan kinerja program malaria terbaik dan tahun 2019 sebagai provinsi terbaik dengan indikator kinerja program malaria.
“Prestasi ini harus terus dipertahankan dan bisa diikuti oleh dua program lainnya yaitu AIDS dan TBC” pungkasnya.

Rilis : Taufik Lantowa
Editor : Nancy Pembengo & MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + 11 =

scroll to top