Dinkes Provinsi dan BPOM Gorontalo Tingkatkan Pengawasan Takjil Buka Puasa

IMG-20220428-WA0011.jpg

Pengawasan dan pengujian takjil buka puasa di Kota Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Menjelang hari Raya Idul Fitri 1443 H, Dinas Kesehatan Provinsi dan BPOM Gorontalo meningkatkan pengawasan peredaran produk pangan olahan khususnya dan Pengujian Pangan Takjil Buka Puasa di wilayah Kota Gorontalo, Rabu (27/04/2022).

Pengawasan takjil dilaksanakan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dalam mengonsumsi pangan berbuka puasa/takjil sepanjang Ramadan sehingga masyarakat tidak ragu untuk mengkonsumsi atau berbuka dengan pangan takjil.

Pengawasan ini dilakukan di dua titik yaitu wilayah pasar liluwo dan wilayah jln palma. dengan melakukan sampling pada penjual takjil di sekitar wilayah tersebut. Dari kedua titik tersebut dilakukan sampling sebanyak kurang lebih 30 sampel jajanan takjil yang dicurigai mengandung bahan berbahaya untuk dilakukan uji menggunakan rapit test kit. 

”Dalam pengawasan takjil ini, seperti biasa kami fokus pada empat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan, diantaranya; boraks, pewarna merah Rodamin B dan kuning Methanil Yellow, serta formalin” ujar Muindar, M.Si, Apt selaku Koordinator kelompok substansi Infokom Balai POM di Gorontalo.

Apabila hasil dari uji cepat ini ada yang dicurigai maka sampel akan dibawa ke laboratorium Balai POM di Gorontao untuk dilakukan Uji Konfirmasi lanjutan.

Sementara di tempat yang sama Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Suleman Mile, SKM, M.Kes menyatakan kolaborasi Dinkes provinsi dan Balai POM di Gorontalo adalah wujud komitmen pemerintah daerah bersama Balai POM di Gorontalo dalam mewujudkan pangan takjil yang aman dari bahan berbahaya.

“Setelah minggu kemarin kami berkolaborasi dalam pengawasan makanan dan minuman di swalayan dan retail modern, maka kali ini kami bersinergi kembali dalam pengawasan takjil di area kota Gorontalo untuk mewujudkan peredaran makanan dan minuman yang aman dari bahan berbahaya” pungkas Suleman

Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap 30 sampel pangan, salah satu sampel masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, selebihnya tidak ditemukan pangan berbuka puasa/takjil yang mengandung Bahan Berbahaya, atau memenuhi syarat.

Rilis : Zhya/MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + sixteen =

scroll to top