Darurat DBD : Gorontalo 329 Kasus Demam Berdarah Dengue

WhatsApp-Image-2019-01-31-at-15.55.08.jpeg

Kadinkes Provinsi Gorontalo, dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes saat wawancara live tentang DBD di salah satu stasiun swasta Nasional, Kamis (31/01/2019)

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Indonesia saat ini waspada Demam Berdarah Dengue, hampir 14.000 kasus terjadi secara nasional.

Di Provinsi Gorontalo sampai dengan minggu ke 5 (lima) pengamatan Epidemiologi DBD yang terjadi sebanyak 329 kasus dan 4 orang meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes saat di wawancara, Kamis (31/01/2019).

“Trend kenaikan jumlah kasus ini memang belum ditetapkan KLB karena Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo masih menunggu dari Kabupaten/Kota” kata dr. Triyanto.

Adapun distribusi jumlah kasus berdasarkan wilayah yaitu Kota gorontalo 57 kasus dan 3 orang meninggal, Kabupaten Gorontalo 103 kasus 1 meninggal, Kabupaten Boalemo 29 kasus, Kabupaten Pohuwato 43 kasus, Kabupaten Bone Bolango 45 kasus dan Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 52 kasus.

Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dalam mencegah penyebaran DBD. Adapun kasus DBD umumnya terjadi pada anak-anak.

“Kami selalu update data dari Kabupaten/Kota, mengirimkan Surat Edaran ke Bupati/Walikota untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Pengamatan Epidemiologi dan menyebarluaskan pencegahan DBD melalui Media Briefing dengan Media Partner kami” jelasnya.

Selain itu, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo besok, Jum’at (01/02/2019) akan melaksanakan PSN di wilayah Puskesmas Dungaliyo.

“Pemilihan Dungaliyo sebagai fokus pertama PSN karena di wilayah itu terjadi trend peningkatan kasus sehingga akan menjadi Trigger bagi Puskesmas untuk secara serentak melakukan PSN di wilayah masing-masing” pungkasnya.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − eight =

scroll to top