Dabu-dabu lo sagela, Sambal Ikan Khas Gorontalo Yang Bergizi

IMG-20190801-WA0018.jpg

Ikan sagela atau ikan roa atau tambai

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berupaya mendorong pengembangan potensi makanan lokal. Komoditas yang saat ini terus dikembangkan dan menjadi perhatian Gubernur Gorontalo H. Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim adalah ikan sagela atau ikan roa atau tambai.

Ikan sagela asap banyak diolah menjadi makanan olahan yang menjadi favorit dan bahkan ciri khas daerah Gorontalo. Letak geografis Gorontalo yang berada di pesisir pantai dan berhadapan langsung dengan Teluk Tomini menyebabkan sebagian besar makanan khas Gorontalo berasal dari hasil laut.

Sambal ikan sagela atau dabu-dabu lo sagela

Salah satu jenis ikan yang dijadikan produk olahan tradisional yang terkenal di masyarakat Gorontalo yaitu ikan Julung-julung (Hemirhamphus sp.) atau ikan terbang, yang dikenal oleh masyarakat dengan nama ikan sagela. Ikan sagela asap ini umumnya diolah kembali menjadi berbagai varian olahan seperti sambal sagela, bubur sagela, nasi goreng sagela, dan abon sagela (Ni’mawati Syariah dan Asruddin, 2018).

Varian olahan ikan sagela asap yang paling populer di masyarakat Gorontalo adalah sambal sagela atau dabu-dabu lo sagela yang memiliki keistimewaan citarasa yang khas yaitu sensasi perpaduan rasa ikan laut yang sudah disiapkan dengan rasa pedas yang menjadi ciri khas masyarakat “Celebes”. Selain karakteristiknya yang enak dan gurih, produk ini juga merupakan ciri khas Provinsi Gorontalo di sektor perikanan.

Menurut Ahli Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Dr. Arifasno Napu, SSiT., M. Kes., sagela mempunyai kandungan gizi yang baik bagi tubuh diantaranya asam amino esensial, vitamin A, kalsium, fosfor, kalium, kalori, natrium, ferum, vitamin C dan lemak.

Kandungan gizi dan cara membuat dabu-dabu lo sagela

Hal itu didukung oleh hasil penelitian Botutihe (2015) ikan roa/sagela asap mengandung asam amino esensial dan non esensial dengan asam glutamat dan lisin berturut-turut merupakan asam amino yang paling tinggi kadarnya. Pengetahuan tentang kebutuhan dan keseimbangan gizi bagi tubuh dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi ikan roa asap sebagai sumber asam amino dan protein hewani.

“Protein yang tinggi ini sangat bermanfaat bagi perkembangan otak anak, bisa di makan dengan menaburkan sagela yang telah di tumbuk halus diatas bubur untuk makanan anak” kata Arifasno.

Nah paling nikmat, kata Arifasno, Ikan sagela asap ini dapat diolah menjadi berbagai varian seperti sambal sagela, bubur, nasi goreng sagela, dan abon sagela, dengan campuran minyak kampung, dan cita rasa pedas.

Selain itu, menurut Arifasno yang menakjubkan sagela ini bisa bertahan lama tanpa menggunakan bahan pengawet padahal diasapi hanya beberapa jam dan biasanya sagela dikonsumsi oleh orang-orang yang merantau ke luar Gorontalo seperti mahasiswa.

“Sagela itu biasa dijadikan bekal ke luar daerah dan menjadi sajian makanan saat orang-orang Gorontalo diperantauan berkumpul” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Provinsi Gorontalo Misranda Nalole mengajak masyarakat untuk gemar mengkonsumsi Sagela. Alasannya, ungkap Misranda, selain memiliki kandungan gizi yang baik dan harga yang tidak terlalu mahal.

Juga mendukung program pemerintah dalam memenuhi ketersediaan hasil pangan lokal, sehingga masyarakat dapat sehat dan sejahtera.

Rilis : MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =

scroll to top