Cegah Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

IMG-20230917-WA0012.jpg

pelatihan Edukasi Gizi, Konseling ASI dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2023, Kamis (14/09/2023) di Citimall Hotel Kota Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Menurut data dari WHO, diseluruh dunia, 197 juta anak dibawah usia lima tahun diperkirakan mengalami pertumbuhan terhambat karena stunting.

Stunting adalah permasalahan gizi kronik yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Permasalahan stunting terjadi mulai dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak menginjak usia 2 tahun.

Selain mengalami pertumbuhan terhambat, stunting juga kerap kali dikaitkan dengan penyebab perkembangan otak yang tidak maksimal. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa saat memberikan sambutan pada pelatihan Edukasi Gizi, Konseling ASI dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2023, Kamis (14/09/2023) di Citimall Hotel Kota Gorontalo, menjelaskan dampak stunting umumnya terjadi karena diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak. Hitungan 1.000 hari disini dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun.

“Oleh karena itu, upaya pencegahan baiknya dilakukan sedini mungkin. Pada usia 1.000 hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Tidak hanya untuk mencukupi jabang bayi yang ada dalam kandungannya,” ungkap Anang.

Salah satu upaya dalam percepatan perbaikan gizi pada 1.000 HPK adalah Strategi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), yang sangat penting untuk tercapainya kondisi gizi dan kesehatan yang baik pada ibu, bayi dan anak sejak usia dini.

“Keikutsertaan bapak dan ibu pada kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat utamanya ibu dalam hal pemenuhan gizi anak dan keluarga terdekatnya untuk memberikan dukungan kepada ibu dalam pengasuhan anak,” pungkasnya.

Pelatihan ini digelar mulai tanggal 14-18 September 2023 sebanyak 2 (dua) angkatan dengan jumlah peserta setiap angkatan 15 orang.

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − two =

scroll to top
Bahasa »