Cegah Pernikahan Dini Salah Satu Upaya Percepatan Penurunan Stunting

IMG-20231201-WA0006.jpg

Pertemuan cegah pernikahan dini dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, membuka pertemuan cegah pernikahan dini dalam upaya percepatan penurunan stunting, Jum’at (01/11/2023) di Elmadinah Hotel Kota Gorontalo.

Menurut Budi, arah pembangunan kesehatan dititik-beratkan pada upaya promotif preventif, karena dapat memberikan dampak yang lebih luas dan lebih efisien dari sisi ekonomi. Salah satu fokus utama pemerintah adalah melakukan percepatan penurunan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan usia remaja menjadi komponen utama pembangunan kesehatan yang berkelanjutan sebagai investasi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

“Salah satu pencegahan masalah stunting adalah menekan terjadinya pernikahan dini pada remaja. Perkawinan anak tersebut menjadi beban bagi para pasangan muda yang belum memiliki penghasilan cukup, sehingga kebutuhan gizi anak-anaknya tidak terpenuhi secara optimal,” kata Budi.

Pada tahun 2022 dari hasil laporan Kabupaten/Kota, ibu dengan kehamilan usia muda atau dibawah umur 17 tahun, berjumlah 204 orang. Dan hasil laporan triwulan III tahun 2023 sudah mencapai 183 orang.

“Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama dan saling memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu upaya pencegahan perkawinan anak,” ungkap Budi.

Stunting di provinsi gorontalo pada tahun 2022 sesuai hasil SSGI adalah 23,8 %. Walaupun mengalami penurunan dari tahun ke tahun, Budi berharap jangan berpuas diri. Masih banyak tantangan ke depan dalam mengatasi masalah kesehatan khususnya masalah stunting.

“Percepatan penurunan stunting terintegrasi di wilayah provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo telah di atur dalam peraturan gubernur gorontalo nomor 24 tahun 2021 tentang percepatan pencegahan dan percepatan penanganan stunting terintegrasi. Saya berharap semua pihak dapat mengambil peran dalam menurunkan masalah stunting di Provinsi Gorontalo” tutup Budi.

Turut hadir pada pertemuan itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Erni N. Mansur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Organisasi Wanita, Tim Penggerak PKK dan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW).

Rilis : MD/ILB
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 3 =

scroll to top
Bahasa »