Bappenas Tunjuk Gorontalo Sebagai Percontohan Pelaksanaan Germas

WhatsApp-Image-2018-09-20-at-18.52.46.jpeg

Dinkesprovgorontalo- Denpasar Bali : Promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kesakitan dan kematian akibat penyakit baik menular maupun tidak menular. Mengingat pencegahan penyakit akan sangat bergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor non-pemerintah serta masyarakat.

Untuk mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat tersebut, ditetapkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pada tanggal 27 Februari 2017. Inpres tersebut mengamanatkan setiap kementerian/lembaga, Direktur BPJS Kesehatan, serta Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk mewujudkan Germas. Sehingga oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo ditindaklanjuti dengan membuat Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2018 tentang Germas.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI melaksanakan kegiatan Sosialisasi Germas dan Pemantauan dan Evaluasi Terpadu RAD-PG Tahun 2018 Regional Tengah-Timur, yang dilaksanakan selama 2 hari sejak tanggal 20 sampai dengan 21 September 2018 di Prime Plaza Hotel Sanur Denpasar, Bali. Pada kegiatan tersebut, Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, S.Sos., M.Si diberikan kesempatan untuk memberikan paparan terkait pelaksanaan sistem informasi dalam memonitoring pelaksanaan Germas di daerah.

Provinsi Gorontalo sendiri termasuk salah satu provinsi yang ditunjuk oleh Bappenas sebagai Provinsi percontohan Germas. Pasalnya, Gorontalo dinilai karena berhasil dalam melaksanakan program Germas. Hal ini terlihat dari beberapa inovasi yang telah dikembangkan dengan mengusung beberapa jargon antara lain Syiar Germas, Saung Germas, Mobile Germas, dan sistem pelaporan Germas yang menggunakan aplikasi.

Budiyanto mengatakan, dengan menggunakan aplikasi ini diharapkan nantinya pelaporan dan pelaksanaan kegiatan Germas dapat lebih optimal. Selain itu, Budiyanto mengaku, monitoring dan evaluasi juga dapat dengan mudah dilaksanakan. Menurutnya, adanya sebuah gerakan yang sistematis dan terus-menerus seperti Germas ini diharapkan mampu mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat sehingga mampu memberi dampak positif terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang merupakan hal mendasar untuk mencapai kemajuan suatu bangsa menghadapi persaingan global.

“Oleh karena itu, pembangunan SDM selalu menjadi prioritas pembangunan nasional dari periode ke periode”, pungkas Budiyanto.

——————————————||—————————————-

Pewarta   : Tim Informasi dan Edukasi

Editor      : Nancy P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 5 =

scroll to top