Banjir Boalemo, Tim Medis dan Tanggap Darurat Bencana Diterjunkan

WhatsApp-Image-2019-01-28-at-16.17.04-e1548664482787.jpeg

Banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Boalemo, Sabtu (26/01/2019)

Kabupaten Boalemo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes merespon cepat bencana banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Boalemo dengan mengirimkan Tim Medis dan Tanggap Darurat Bencana untuk melakukan pelayanan kesehatan pada korban banjir di Kabupaten Boalemo yang dilaksanakan pada semua desa yg terkena dampak sejak tanggal 27 Januari 2019.

“Kami sudah menerjunkan Tim Medis dan Tanggap Darurat Bencana untuk memberikan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat yang terdampak banjir sejak kemarin (27/01/2019)” kata dr. Triyanto.

Tim Medis dan Tanggap Darurat bencana saat memberikan Pelayanan Kesehatan Kepada masyarakat terdampak banjir, Senin (28/01/2019)

Tim terdiri dari Tim Gerak Cepat Dinkes Provinsi, Rumah Sakit Tani dan Nelayan serta Puskesmas Pangi, Dulupi, Tilamuta dan Paguyaman Pantai.

Saat ini kondisi banjir sudah surut tapi masih ada beberapa lokasi yg masih ada genangan.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer, Nisma Abdurrahman, SKM., M. Kes, tim akan melakukan pelayanan kesehatan pasca banjir sampai 6 hari kedepan.

“Dinas Kesehatan Provinsi pada tanggal 27 Januari 2019 telah melakukan Rapid Health Assesment dan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Boalemo. Juga melakukan pelayanan kesehatan terpadu dan pemberian MP ASI bagi balita dan ibu hamil masing-masing 30 paket yg diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo kepada Plt. Kadinkes Boalemo” ungkap Nisma.

Sebelumnya dikabarkan, bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Boalemo, Sabtu (27/1/2019). Banjir yang dipicu oleh hujan deras itu melanda lima desa di Kecamatan Tilamuta dan Botumoito. Sebanyak 655 rumah terendam dan 2.208 jiwa terdampak banjir.

Banjir yang melanda Kecamatan Tilamuta dan Botumoito terjadi pada pukul 14.00 wita. Sebelumnya, daerah Kabupaten Boalemo diguyur hujan deras.

Ketinggian banjir berkisar 50 centimeter hingga 1,25 meter. Di Kecamatan Tilamuta, banjir melanda Desa Mohungo, Ayuhulalo, Lamu dan Limbato. Sedangkan di Kecamatan Botumoito banjir melanda Desa Potanga.

Titik banjir terparah berada di Desa Mohungo. Di desa tersebut sebanyak 415 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.245 jiwa terdampak banjir. Di Desa Ayuhulalo banjir melanda 322 KK dengan 967 jiwa. Di Desa Lamu ada sebanyak 300 KK (750 jiwa) dan Desa Limbato 50 KK (161 jiwa).
Sementara itu banjir di Desa Potanga, Kecamatan Botumoito melanda 185 KK dengan 557 jiwa dan Dikecamatan Dulupi 130 KK dengan 557 jiwa.

“Total korban banjir yang terdampak ada sebanyak 1.657 KK dengan 4.987 jiwa,” ujar Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, dr. Rusly Aras, Minggu (27/1/2019).

Banjir yang merendam rumah warga ini juga ikut merendam beberapa fasilitas umum, diantaranya Kecamatan Tilamuta merendam satu sekolah dasar dan kantor Desa Mohungo serta satu masjid. Di Kecamatan Botumoitu fasilitas umum yang terdampak banjir meliputi satu sekolah dasar.

“Kerugian material yakni satu unit rumah rusak ringan dan 655 unit rumah terdampak” tandasnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Robert Pauweni, SKM melihat adanya curah hujan yang tinggi, telah mengintruksikan pada Kepala Puskesmas Se-Kabuapten Boalemo pada hari sabtu (26/01/2019) untuk membuka layanan 24 jam sampai beberapa hari kedepan baik rawat inap maupun jalan.

“Kami juga menyiagakan mobil ambulance jenis Rangers dengan peralatan P3K tetap stand by di Posko yang berada di areal kantor Pemda Kabupaten Boalemo” kata Robert

Informasi terakhir, sejak Sabtu (27/1/2019) malam pukul 20.00 wita, kondisi air sudah surut. Demikian pula warga yang terdampak banjir sudah kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan.

Rilis : Yakob, MD dan Andi
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 3 =

scroll to top