Angka Kematian Bayi di Gorontalo Masih Tinggi, Kenali Penyebabnya

IMG-20210602-WA0010.jpg

Kadinkes Provinsi Gorontalo dr.Yana Yanti Suleman, SH., memberikan arahan pada kegiatan Pertemuan Koordinasi Teknis Orientasi Tatalaksana Penyebab Terbanyak Kematian Bayi, Rabu (02/06/2021) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Yana Yanti Suleman SH, mengatakan kasus angka kematian bayi di Gorontalo fluktuatif, walaupun di tahun 2020 naik 2 kasus. Namun, tiga tahun terakhir sesuai data naik turun.

Yana mengungkapkan, angka kematian bayi di tahun 2016 mencapai 301, tahun 2017 menurun 239, tahun 2018 naik lagi 248, tahun 2019 turun 242 dan di tahun 2020 naik 2 kasus berjumlah 244.

“Saya tidak menyoroti itu, namun ketika di identifikasi semua penyebab kematian, kita mencari penyebabnya, mengapa terjadi hal demikian serta kita mencarikan solusinya. Sehingga kejadian ini tidak terulang kembali,” ungkap dr. Yana, saat pertemuan koordinasi teknis orientasi tatalaksana penyebab terbanyak kematian bayi, Rabu (2/6/2021) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Kadinkes juga menjelaskan, sebagian besar penyebab langsung dari kematian bayi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia dan kelainan kongenital, sedangkan yang menjadi penyebab tidak langsung antara lain riwayat komplikasi pada ibu, faktor lingkungan yang tidak sehat, serta faktor pelayanan kesehatan (kualitas pelayanan antenatal), dipengaruhi oleh kehandalan dan ketelitian Bidan juga kepatuhan ibu hamil melakukan pemeriksaan.

“Angka Kematian Bayi dan Angka Kelangsungan Hidup Bayi di Provinsi Gorontalo selang tahun 2016 – 2020 dapat dilihat dari Angka Kematian Bayi/Infan Mortality Rate (IMR) berumur kurang dari 1 (satu) tahun. Pada tahun 2017 terjadi penurunan Angka Kematian Bayi (AKB),” ujarnya.

Diharapkan dr. Yana, banyaknya kasus kematian Bayi Baru Lahir tentu harus menjadi perhatian semua pihak. Bukan hanya dari kalangan Dokter, Tim Medis maupun Pemerintah saja tapi juga perlu dukungan dari masyarakat baik dari Ibu Hamil itu sendiri, suami hingga keluarganya.

“Adapun salah satu tujuan orientasi ini adalah meningkatkan kapasitas dokter FKTP dalam pelaksanaan Tatalaksana penyebab terbanyak kematian Bayi (Diare, Pneumonia, masalah Gizi) di Provinsi Gorontalo.” Tandasnya.

Rilis : Inkri (HI)
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − six =

scroll to top