Adaptasi Kebiasaan Baru Cegah PTM dan TBC dimasa Pandemi Covid-19

WhatsApp-Image-2020-07-23-at-08.02.06.jpeg

Zoom Meeting tingkat Nasional dengan tema “ Bersama Kita Bisa Mengalahkan Pandemi", Rabu (10/6/2020).

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang di wakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Reyke Uloli, SKM, M.Kes, Rabu (10/6/2020) mengikuti kegiatan Zoom Meeting tingkat Nasional dengan tema “ Bersama Kita Bisa Mengalahkan Pandemi” dengan Sub tema Akuntabilitas Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Menangani Covid-19, Penyakit Tidak Menular, Masalah Rokok dan Tuberkulosis, yang dihadiri oleh Kemenkes, DPR RI, WHO, UNION, Bupati dan Walikota terpilih.

Menurut Reyke, kegiatan ini dilaksanakan karena saat ini kita sementara menghadapi tantangan yang begitu berat bahkan bertubi-tubi, sampai detik ini kita menghadapi pandemi Covid-19, dan saat yang sama juga kita menghadapi penyakit tidak menular yang makin meningkat. Beratnya masalah ini setidaknya dipicu oleh konsumsi rokok yang terus meningkat dan pada saat yang sama diperberat dengan prevalensi tuberkolosis (TBC) dengan angka kejadian 316/100.000 populasi.

“Adapun tujuan dari pertemuan ini yaitu untuk berbagi dan sharing pengalaman dalam menangani covid-19, mengelola Penyakit Tidak Menular (PTM), mempercepat pengendalian tembakau dan mengelola kasus TBC”, ungkap Reyke.

Konsep Adaptasi Kebiasaan Baru Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Disamping itu, pertemuan ini juga untuk mempercepat implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), larangan iklan dan promosi rokok, penolakan sumbangan dan kemitraan dari industi rokok, serta membangun kesadaran untuk berhenti merokok. Pertemuan ini juga untuk menggalang komitmen dari pemerintah daerah untuk memperkuat sistem kesehatan agar secara aktif dapat mengelola pengendalian Covid-19, Pengendalian PTM dan Pengendalian Penyakit menular, pengendalian TBC.

“Banyak pengalaman dan masukan yang didapat pada kegiatan ini terutama dalam menangani masalah PTM, Pengendalian tembakau dan kasus TBC pada masa pandemi covid-19 yaitu dengan menguatkan sistem kesehatan masyarakat seperti pengendalian penyakit, penguatan surveilans, penguatan laboratorium/litbangkes, penguatan kesehatan lingkungan, penambahan RS rujukan, mengenal dan memerangi faktor risiko PTM, serta yang paling di prioritaskan adalah promotif dan preventif penyakit tidak menular dengan membudayakan Gerakan masyarakat (Germas)”, jelasnya.

Konsep promotif dan preventif tersebut dituangkan dalam konsep adaptasi kebiasaan baru pencegahan dan pengendalian sesuai dengan arahan Presiden antara lain menetapkan perilaku hidup sehat dengan menghindari faktor risiko penyakit dengan Germas dan Cerdik, deteksi dini faktor risiko PTM, memanfaatkan tele konsultan apabila ada keluhan kesehatan bisa menghubungi dokter melalui HP atau Online.

Rilis : Stevi / Monic
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =

scroll to top