3 Kabupaten di Provinsi Gorontalo Jalani Penilaian Eradikasi Frambusia

WhatsApp-Image-2022-11-26-at-09.22.45.jpg

Penilaian dan Assesment sertifikasi eradikasi Frambusia di Kabupaten Gorontalo Utara oleh tim dari Kemenkes RI

Kabupaten Gorontalo Utara, Dinkesprov – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan penilaian sertifikasi eradikasi Frambusia di 3 (tiga) Kabupaten yang ada di Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan selama dua hari, 23-24 Nopember 2022.

Adapun 3 (tiga) Kabupaten yang dinilai yaitu Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara yang dikunjungi langsung oleh tim penilai dan kabupaten Bone Bolango yang dilakukan penilaian secara daring.

Regina Tiolina, Ketua Tim Jerja NTD (Negleted Tropical Disease) atau Penyakit Tropis Terabaikan Kemenkes RI mengatakan, proses penilaian telah dimulai dari tingkat kabupaten kemudian diusulkan untuk dinilai ditingkat provinsi dengan nilai baik hingga penilaian dan assessment oleh Kemenkes.

“Setiap daerah yang akan diberikan sertifikat bebas Frambusia harus dipastikan memang tidak ada kasus minimal 6 (enam) bulan terakhir dan surveilansnya berkinerja baik jadi tetap harus dilakukan surveilans dan report ke pusat,” ungkap Regina.

Penilaian dan Assesment sertifikasi eradikasi Frambusia di Kabupaten Boalemo oleh tim dari Kemenkes RI

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman mengatakan penilaian dan assessment sertifikasi bebas Frambusia sesuai dengan Permenkes nomor 8 tahun 2017 tentang eradikasi Frambusia.

“Kemarin sudah dikunjungi oleh Kementerian Kesehatan, berharap tiga daerah di Provinsi Gorontalo yang Insya Allah akan eradikasi Frambusia bisa memperoleh sertifikat tersebut,” ucap Yana.

Yana mengungkapkan sertifikasi Frambusia dapat meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penularan secara langsung dan membiasakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Intinya adalah eliminasi Malaria, eradikasi Frambusia dan lain-lain itu merupakan target pembangunan dibidang kesehatan, insya Allah secara bertahap pemerintah provinsi Gorontalo dibidang kesehatan menuju kearah Indonesia sehat tahun 2030,” pungkasnya.

Tim assessment terdiri dari tim kerja NTD Kemenkes, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) dan dokter spesialis kulit kelamin.

Penilaian diawali dengan paparan penilaian oleh Kabupaten dan dilanjutkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi kemudian dilakukan wawancara untuk penilaian kompetensi dasar klinis Frambusia dan kinerja surveilans dengan sasaran kepala puskesmas, dokter, pengelola program Frambusia dan tenaga kesehatan lainnya.

Rilis : MD
Videografer/Foto : ILB/Lano
Editor : Nancy Pembengo

Sosial Media Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo :
Channel Youtube
Facebook Page
Facebook
Twitter
Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 15 =

scroll to top