167 Jemaah Tablligh Mulai Dikarantina, Hasil Rapid Test 10 Orang Reaktif

IMG-20200411-WA0012.jpg

Sekretaris Daerah Provinsi/Juru Bicara Gugus Tugas Dr. Darda Daraba didampingi Plt Kadinkes Provinsi Misranda E. U. Nalole, M.Si saat menggelar Konferensi Pers Update situasi Covid-19, Sabtu (11/04/2020) di Sekretariat Gugas kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

Kota Gorontalo, Dinkesprov – Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi/Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dr. Darda Daraba, Sabtu (11/04/2020) di Sekretariat Gugas kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Sesuai protokol kesehatan Jemaah Tabligh yang kontak langsung dengan pasien 01 yang terkonfirmasi positif dilakukan pemeriksaan dengan rapid test dan selanjutnya akan di karantina di Mess Haji Kota Gorontalo sesuai keputusan Forkopimda.

Menurut Darda 167 Orang dan 1 orang yang diambil swab terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium positif sedangkan hasil rapid test didapati 10 orang dengan antibodi reaktif.

“Yang negatif (non reaktif) 157 orang, yang 10 terindikasi (reaktif) sesuai hasil rapid test, tapi ini baru rapid testnya yang menentukan hasil swabnya ini sebentar kita proses ke Makassar” ungkap Darda.

Adapun Jemaah Tabligh yang telah menjalani rapid test dari Kota Gorontalo sebanyak 19 orang, Kabupaten Gorontalo 75 orang, Boalemo 31 orang, Pohuwato 4 orang, Bone Bolango ada 2 orang dan Kabupaten Gorontalo Utara ada 36 orang, total 167 orang.

Sesuai informasi yang di terima kurang lebih 300 orang total Jemaah Tabligh yang harus di karantina, untuk kendala menurut Darda belum ada karena Jemaah yang masuk ke Mess Haji diantar langsung oleh kepala daerahnya masing-masing.

“Jadi semua yang masuk itu karena kita perlakukan protokol kesehatan ini gunanya menyayangi sendiri dan menangani seluruh masyarakat juga, pemerintah tentu mengambil langkah yang tepat sesuai dengan protokol yang dipersyaratkan” beber Darda.

Sekda Darda juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan fasilitas kepada masyarakat yang menjalani karantina di Mess Haji.
“Ditempat sana supaya jangan simpang siur, kita sediakan makannya, vitaminnya juga ada” pungkasnya.

Rilis : MD & ILB
Foto : Reza
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × two =

scroll to top